Singapura Siagakan Bantuan Uang dan Tim SCDF untuk Malaysia Dalam Hadapi Krisis Selama Banjir
Dunia

Singapura siaga menawarkan bantuan lebih lanjut bagi Malaysia yang kini tengah menghadapi bencana banjir. Singapura pun telah menyumbangkan dana awal untuk bantuan ke Malaysia.

WowKeren - Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan mengatakan bahwa negaranya telah menawarkan bantuan kepada Malaysia selama krisis yang terjadi akibat banjir. Vivian menulis surat kepada rekannya di Malaysia, Saifuddin Abdullah pada Desember 2021, untuk menyampaikan belasungkawa dan menawarkan bantuan Singapura.

Balakrishnan juga menjawab pertanyaan tertulis dari Anggota Parlemen Jalan Besar GRC, Wan Rizal Wan Zakariah, tentang upaya dan dukungan Singapura membantu warga Malaysia yang terkena banjir. "Singapura berdiri dalam solidaritas dengan Malaysia selama masa sulit ini," tulis Vivian.

Diketahui bahwa pada Desember tahun lalu dan Januari 2022, Kuala Lumpur, serta sembilan negara bagian lain di Malaysia, mengalami banjir. Balakrishnan menyebut banjir telah mengakibatkan hilangnya banyak nyawa dan perusakan properti yang meluas, menyebabkan kesulitan dan penderitaan bagi masyarakat yang terkena dampak.

Singapura pun telah menyumbangkan US$60.000 (S$81.000) sebagai dana awal untuk mendukung penggalangan dana publik Palang Merah Singapura (SRC) untuk membantu upaya pemulihan dan bantuan bencana di Malaysia dan Filipina ang terkena dampak Topan Rai. Kontribusi tersebut melengkapi janji Palang Merah Singapura sebesar US$50.000 (S$67.335) kepada Bulan Sabit Merah Malaysia, yang digunakan untuk perawatan kesehatan darurat dan distribusi pasokan bantuan ke pusat-pusat evakuasi.



Selain itu, Balakrishnan menulis bahwa Angkatan Pertahanan Sipil Singapura, Singapore Civil Defence Force (SCDF) juga telah menempatkan tim bantuan bencana dalam keadaan siaga untuk ditempatkan, jika ada permintaan dukungan dari rekan-rekan Asean kami melalui kerangka kerja Asean.

"Kami siap memberikan bantuan lebih lanjut yang dapat kami berikan jika Malaysia membutuhkannya," tulisnya.

Menurut SRC, upaya bantuan akan fokus pada perawatan kesehatan darurat, pertolongan pertama, dan distribusi peralatan kebersihan, peralatan tempat tinggal, terpal, makanan panas, pakaian, tikar, selimut, dan masker bedah ke pusat-pusat evakuasi. Selain itu, pertolongan pertama psikologis juga diberikan di pusat-pusat evakuasi kepada orang-orang yang terkena dampak.

"Bencana ini sekali lagi menyoroti perlunya komunitas global untuk bersama-sama mengatasi penyebab perubahan iklim dan degradasi lingkungan," pungkas Sekretaris Jenderal dan CEO SRC, Benjamin William.

(wk/amel)


You can share this post!


Related Posts