Belasan Kasus COVID-19 Bikin Sejumlah Sekolah di DKI Jakarta Ditutup, Ada yang Terpapar Omicron?
AFP/Juni Kriswanto
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan dari total 10.429 sekolah, ada 11 sekolah yang menemukan kasus COVID-19 per Sabtu (15/1) dan harus ditutup sementara.

WowKeren - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan ada 11 sekolah yang ditutup imbas temuan kasus COVID-19. Dari 11 sekolah tersebut, ditemukan 14 orang terinfeksi COVID-19.

"Dari (total) 10.429, sampai hari ini ada 11 sekolah yang terpapar COVID-19," ujar Riza pada Sabtu (15/1).

Adapun sekolah yang pembelajaran tatap mukanya (PTM) terpaksa ditutup sementara imbas kasus COVID-19 paling banyak berada di Jakarta Timur dengan total enam sekolah. Kemudian tiga sekolah di antaranya berada di Jakarta Selatan, dan satu sekolah di Jakarta Pusat. Riza tidak mengungkapkan dimana satu sekolah lainnya yang juga ditutup karena COVID-19.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyatakan bahwa sampai saat ini masih belum diketahui apakah belasan kasus COVID-19 di lingkungan sekolah itu merupakan Varian Omicron atau bukan. Dinkes DKI masih mendiagnosis kasus-kasus COVID-19 tersebut.


"Terkait dengan Omicron untuk diagnosis pasti sedang kita tunggu prosesnya karena ada yang positif tetapi masih berproses untuk dilihat variannya apa," papar Kepala Dinkes DKI, Widyastuti, dalam diskusi pada Sabtu.

Menurut Widyastuti, pihaknya terus melakukan active case finding (ACF) di setiap sekolah di Jakarta selama pelaksanaan PTM 100 persen. Langkah ini dilakukan demi memberikan perlindungan kepada siswa dan tenaga pendidik.

"Jadi kita tidak hanya tunggu ada yang sakit, jadi pemerintah hadir sebagai bentuk perlindungan terhadap murid kami ACF pada sekolah yang sudah dibuka apakah terjadi penularan setempat," paparnya. "Angka kita itu positive rate-nya di bawah 1 persen, sehingga kita menyampaikan itu relatif terkendali."

Dengan dilakukannya pengawasan tersebut, Widyastuti berharap paparan COVID-19 saat PTM 100 persen dapat dicegah ke depannya. Dengan demikian, pelaksanaan PTM bisa berjalan dengan baik.

"Tetapi sekali lagi bentuk jagaan kita adalah dengan pengawasan prokesnya dan yang kedua kita lakukan ACF pada sekolah yang sudah dibuka," tukasnya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts