Aktor 'Scream' Diberi Naskah Palsu Saat Syuting Demi Hindari Spoiler
Paramount Pictures
Film

Dalam sebuah wawancara, Jack Quaid berbicara mengenai perannya di film terbaru tersebut, apakah dia menjadi seorang korban atau pun pembunuh dan ia pun memberikan pengakuan mengejutkan.

WowKeren - Spoiler pada umumnya adalah hal yang dihindari oleh tim produksi acara suatu film atau televisi. Sehingga, bukan hal yang aneh ketika mendengar film atau acara TV berusaha keras untuk menjaga rahasia plot, mengingat internet saat ini sangat mudah sekali memungkinkan sebuah plot yang bocor hingga kemudian menyebar dengan cepat.

Bahkan, film "Scream 5" harus "memalsukan" naskah mereka untuk menghindari bocornya spoiler. Sebagaimana diketahui, angsuran terbaru waralaba, "Scream 5" atau dikenal dengan judul "Scream" saja, menampilkan anggota pemeran yang kembali, Neve Campbell, Courteney Cox, dan David Arquette, bersama dengan beberapa wajah baru salah satunya adalah Jack Quaid.

Dalam wawancara dengan Bloody Disgusting, Quaid berbicara mengenai perannya di film terbaru tersebut, apakah dia menjadi seorang korban atau pun pembunuh. Ia pun memberikan pengakuan yang cukup mengejutkan.


Menurut pengakuannya, setiap aktor yang bermain rupanya mendapatkan naskah yang berbeda. Dengan begitu, para aktor tidak tahu pasti di mana posisi mereka dalam film itu. Ia bahkan mengibaratkan teka-teki itu seperti game Among Us.

"Tentang karakter saya, terutama di awal pembuatan film, kami semua mendapat skrip yang berbeda. Saya tidak pernah benar-benar yakin apa situasinya," jelasnya mula-mula. "Dalam beberapa versi beberapa karakter mati, di versi lain karakter lain mati. Dalam beberapa versi seseorang adalah pembunuhnya, dalam versi lain orang lain adalah pembunuhnya. Itu seperti permainan besar 'Among Us.'"

Kamuflase arah dari "Scream", bahkan di antara para aktornya, memiliki preseden lama dalam film seperti "The Empire Strikes Back", di mana George Lucas menyimpan twist kunci tentang Darth Vader rahasia yang dijaga ketat dari hampir semua orang, termasuk David Prowse.

Namun itu juga sesuai dengan tradisi pop culture abad ke-21. Misalnya seperti Christopher Nolan yang membuat aktornya membaca skrip di ruang terkunci, atau film waralaba besar yang memanipulasi cuplikan di trailer mereka, sesuatu yang baru saja dilihat terjadi dengan "Spider-Man: No Way Home".

(wk/zodi)


You can share this post!


Related Posts