Khawatirkan Omicron, Pemerintah Kembali Imbau WFH Hingga Tunda Pergi ke Luar Negeri
AFP/Christophe Archambault
Nasional
Mutasi Corona Masuk Indonesia

Kasus Omicron di Indonesia saat ini terus mengalami kenaikan. Hal ini lantas menjadi alarm peringatan bagi pemerintah agar Omicron tidak menjadi lonjakan kasus COVID-19 di Tanah Air.

WowKeren - Angka kasus COVID-19 varian Omicron di Indonesia saat ini terus bertambah. Hal ini lantas menjadi perhatian pemerintah, lantaran varian Omicron memiliki tingkat penyebaran yang tinggi.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 15 Januari 2022, total kasus Omicron di Indonesia mencapai 748 kasus. Sebelumnya, pada 12 Januari 2022, angka kasusnya mencapai 572 kasus. Mayoritas kasus Omicron di Indonesia itu berasal dari pelaku perjalanan luar negeri.

Sementara itu, pemerintah pun memprediksi situasi kasus Omicron akan terus meningkat. Puncak kasusnya diprediksi baru terjadi pada akhir Februari atau pertengahan Maret mendatang.

"Beberapa yang kami amati, berangkat seperti kasus COVID-19 di Afsel (Afrika Selatan), puncak gelombang Omicron ini berada di pertengahan Februari hingga awal Maret ini," tutur Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marives) Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers, Minggu (16/1).

Maka dari itu, pemerintah memutuskan untuk mengambil sejumlah kebijakan demi menekan laju penyebaran Omicron di Indonesia. Salah satunya adalah dengan kembali mengimbau untuk tidak melaksanakan bekerja dari kantor atau Work From Office (WFO). Perusahaan diminta untuk bisa kembali menerapkan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH).


"Kami mengimbau kalau di kantor tidak perlu 100 persen ya tidak usah 100 persen hadir," papar Luhut. "Jadi diatur saja dilihat situasinya apakah dibikin 75 persen untuk dua pekan ke depan."

Lebih lanjut, Luhut menuturkan bahwa setiap perusahaan bisa melakukan asesmen sesuai keadaannya masing-masing untuk menentukan kebijakan WFH. Apabila tidak mengganggu produktivitas, maka opsi WFH harus diambil.

Kemudian, Luhut menuturkan salah satu yang ditekankan oleh pemerintah sejak awal kemunculan varian Omicron di Indonesia adalah imbauan untuk menunda bepergian ke luar negeri, kecuali urusan penting dan mendesak. Imbauan ini pun berlaku bagi seluruh pihak, termasuk pegawai pemerintahan.

Di sisi lain, Luhut mengungkapkan bahwa pihaknya juga tengah memaksimalkan metode daring dalam menyelenggarakan rapat-rapat di pemerintahan. Ia pun mengimbau para kementerian dan lembaga agar bisa memaksimalkan metode yang sama dalam rapat.

"Tetapi tidak melarang juga untuk ketemu. Saya serahkan juga kepada teman-teman untuk melakukan asesmen sendiri," tandas Luhut.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts