Ada 19 Titik Genangan Banjir: Masyarakat Diminta Waspada, Bina Marga DKI Bakal Perbaiki Jalan
Pxhere
Nasional

Wilayah DKI Jakarta pada Selasa (18/1) hari ini diguyur hujan deras, sehingga menyebabkan genangan banjir di sejumlah titik. Pemprov DKI pun memastikan segera mengambil langkah penanganan.

WowKeren - Pada Selasa (18/1) hari ini, kawasan DKI Jakarta diguyur hujan deras. Akibatnya, ada sekitar 19 ruas jalan yang tergenang banjir. Hal ini disampaikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.

Wagub yang akrab disapa Ariza itu memastikan genangan tersebut segera surut. Menurutnya, Jakarta Barat menjadi wilayah dengan titik genangan terbanyak dengan jumlah mencapai 12. Kemudian disusul Jakarta Timur dan Jakarta Utara dengan jumlah 3 titik genangan, serta 1 titik di Jakarta Pusat.

Menanggapi adanya genangan banjir di 19 titik tersebut, Ariza lantas meminta masyarakat untuk waspada dengan potensi hujan deras yang diprediksi akan melanda DKI hingga Februari mendatang. "Kami sudah menyiapkan kesiapsiagaan dari peralatan semuanya siap. Kami juga minta dukungan dan partisipasi seluruh warga untuk terus hati-hati," tutur Ariza di Balai Kota Jakarta, Selasa (18/1).

Sementara itu, Dinas Marga DKI Jakarta pun menyebut bahwa pihaknya akan segera memperbaiki permukaan Jl DI Panjaitan, Cipinan Besar Selatan, Jakarta Timur. Pihaknya juga menyebut bahwa permukaan di daerah tersebut tidak rata dan mengakibatkan muncul "genangan aneh", bahkan saat tidak ada hujan deras.


"Iya, segera akan dicek dan ditindaklanjuti (perbaikan)," tutur Hari Nugroho selaku Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta kepada detikcom, Selasa (18/1).

Lebih lanjut, Hari menuturkan bahwa jalan rusak dan bergelombang itu disebabkan oleh proyek pengerjaan Tol Becakayu, yang saat ini diketahui masih terus dilakukan. Ia juga menyampaikan bahwa perbaikan yang bersifat sementara dapat segera dilakukan, namun untuk permanen perlu menunggu rampungnya Tol Becakayu.

Maka dari itu, kata Hari, pihaknya akan melakukan perbaikan sementara jalan yang rusak tersebut. Hal ini dilakukan agar jalanan bisa rata terlebih dahulu untuk sementara waktu.

"Permukaan jalan di sini tidak rata sehingga membuat air terjebak," papar Hari. "Permukaan yang bergelombang menghambat air untuk langsung masuk ke mulur air yang terhubung dengan drainase."

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts