Demi Keselamatan, Para Atlet Diwanti-wanti Tak Bicara Soal HAM Selama Olimpiade Beijing 2022
Pixabay/PublicDomainPictures
Dunia

Para atlet yang akan mengikuti Olimpiade Beijing 2022 diingatkan agar berhati-hati untuk tidak menyuarakan soal isu HAM selama acara. Hal itu disebut untuk menjaga keselamatan mereka.

WowKeren - Para atlet yang akan mengikuti Olimpiade Beijing bulan depan mendapat peringatan soal bicara mengenai HAM (Hak Asasi Manusia) saat berada di Cina demi keselamatan mereka sendiri. Hal itu disampaikan seorang pembicara di seminar yang diselenggarakan oleh Human Rights Watch, Selasa (18/1).

Para atlet dianjurkan untuk lebih baik diam dan tidak ikut menyuarakan soal HAM selama mengikuti Olimpiade Bejing di Cina. Pasalnya, tidak banyak perlindungan yang bisa mereka dapatkan saat berada di Cina.

"Benar-benar tidak banyak perlindungan yang kami yakini akan diberikan kepada para atlet. Diam adalah keterlibatan dan itulah mengapa kami memiliki kekhawatiran. Jadi kami menyarankan para atlet untuk tidak angkat bicara. Kami ingin mereka bersaing dan menggunakan suara mereka ketika mereka pulang," ujar Rob Koehler, direktur jenderal kelompok Atlet Global, dalam seminar tersebut.

Sebelumnya, berbagai kelompok dan organisasi HAM telah lama mengkritik Komite Olimpiade Internasional (IOC) karena menganugerahkan Olimpiade kepada Cina. Hal itu melihat perlakuan pemerintah Cina terhadap Uyghur dan kelompok minoritas Muslim lainnya, yang dianggap oleh Amerika Serikat sebagai genosida.


Aturan 50 Piagam Olimpiade menyatakan bahwa "tidak ada jenis demonstrasi atau propaganda politik, agama atau rasial yang diizinkan di situs, venue, atau area Olimpiade mana pun".

Sementara itu, Yaqiu Wang, seorang peneliti Human Rights Watch mengatakan hukum di Cina sangat kabur dalam membahas kejahatan yang dapat digunakan untuk menuntut kebebasan berbicara.

"Orang-orang dapat didakwa karena memicu pertengkaran atau memprovokasi masalah. Ada semua jenis kejahatan yang dapat dilakukan dengan komentar yang damai dan kritis," terangnya.

IOC mengatakan dalam tanggapan email atas permintaan komentar dari Reuters bahwa badan Olimpiade mengakui dan menjunjung tinggi hak asasi manusia sebagaimana diabadikan dalam Prinsip-Prinsip Dasar Piagam Olimpiade dan dalam Kode Etiknya setiap saat.

Sementara itu, Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 akan dimulai pada 4 Februari mendatang. Beberapa negara termasuk Amerika Serikat, Inggris, Jepang dan Australia telah mengumumkan boikot diplomatik atas Olimpiade tersebut karena kekhawatiran tentang hak asasi manusia di China.

(wk/amel)


You can share this post!


Related Posts