Thailand Tawarkan Pengobatan Herbal Gratis untuk Warganya yang Menderita Long Covid
pixabay.com/Ilustrasi/Couleur
Dunia
Pandemi Virus Corona

Karena penderita dapat menunjukkan gejala kombinasi dan obat herbal tertentu memerlukan resep, penderita harus didiagnosis oleh spesialis pengobatan tradisional dan alternatif.

WowKeren - Thailand tampaknya tak ingin ketinggalan untuk mengembangkan obat alternatif dalam mengatasi dampak COVID-19. Departemen Pengobatan Tradisional dan Alternatif Thailand (DoTTAM) telah mulai menawarkan pengobatan untuk orang yang menderita sindrom pasca-COVID-19, atau yang kerap disebut sebagai Long Covid.

Pada Rabu (19/1), departemen tersebut meluncurkan unit untuk memberikan pengobatan menggunakan ramuan tradisional Thailand di Lampang. Direktur jenderal DoTTAM Dr Thiti Sawaengtham mengatakan jika pengobatan tersebut ditawarkan secara gratis.

Terkait dari mana biayanya, itu akan dialokasikan dari anggaran pemerintah sebesar 246 juta baht. Menurut perkiraan departemen itu, setidaknya ada 400.000 orang di Thailand telah mengembangkan Long Covid.

Long Covid biasanya menyerang sekitar sebulan setelah seseorang sembuh dari virus. Gejalanya bisa berupa kelelahan kronis, stres, insomnia, kehilangan nafsu makan dan batuk, meskipun paru-paru telah pulih dari infeksi yang disebabkan oleh COVID-19. Gejala tersebut bisa bertahan sampai 6 bulan.


Ada banyak formula herbal yang efektif meredakan Long Covid, kata para ahli. Dr Thiti mengatakan, karena penderita dapat menunjukkan gejala kombinasi dan obat herbal tertentu memerlukan resep, penderita harus didiagnosis oleh spesialis pengobatan tradisional dan alternatif.

Pada Jumat (14/1), pihak departemen telah bertemu dengan ahli herbal dari seluruh negeri untuk membiasakan mereka dengan informasi penting tentang pemberian obat tradisional kepada penderita Long Covid. Penderita disarankan untuk menghubungi klinik DoTTAM terdekat atau rumah sakit kabupaten milik pemerintah yang memiliki unit obat tradisional.

Tak cukup sampai di situ, warga juga bisa mendapatkan layanan transportasi online terkait obat tersebut. Obat juga bisa diantarkan langsung ke rumah warga.

Sementara itu belum lama ini, otoritas kesehatan Pakistan pada Senin (17/1) mengatakan telah menyelesaikan uji klinis untuk mengobati COVID-19 dengan obat herbal tradisional asal Tiongkok. Uji coba tersebut dilakukan pada 300 pasien yang dirawat di rumah. Direktur Pusat Internasional untuk Ilmu Kimia dan Biologi Profesor Iqbal Chaudhry berharap obat itu juga efektif lawan omicron.

(wk/zodi)


You can share this post!


Related Posts