WHO: Jangan Kira Pandemi COVID-19 Segera Berakhir dengan Varian Omicron
pixabay.com/Ilustrasi/PIRO4D
Dunia
Pandemi Virus Corona

Organisasi Kesehatan Dunia mendesak agar negara-negara lebih disiplin dan bersatu dalam memerangi virus corona. Hal itu mengingat bahwa pandemi telah memasuki tahun ketiga.

WowKeren - Bagi banyak orang, pandemi COVID-19 yang bertahan sejak 2020 lalu mungkin sudah membuat jengah. Betapa tidak, berbagai pembatasan diberlakukan demi menekan penyebaran virus ini.

Bahkan selalu saja muncul varian baru yang menyebabkan kekhawatiran, seperti varian omicron yang disebut-sebut lebih menular daripada pendahulunya. Namun tampaknya, salah jika berpikir bahwa pandemi ini akan segera selesai dengan kemunculan varian omicron.

Seperti itulah yang dikatakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Senin (24/1). WHO memperingatkan bahwa adalah hal yang membahayakan jika berpikir bahwa varian omicron akan menandai fase paling akut COVID-19. Untuk itu, organisasi PBB tersebut meminta negara-negara untuk tetap fokus untuk mengalahkan pandemi.

Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan dalam pertemuan dewan eksekutif WHO bahwa kondisi saat ini justru sebaliknya. Kondisi saat ini bisa menjadi ideal untuk mendukung lebih banyak varian yang muncul.


"Berbahaya untuk berasumsi bahwa omicron akan menjadi varian terakhir dan bahwa kita berada di akhir permainan," ujarnya. "Sebaliknya, secara global kondisinya ideal untuk lebih banyak varian yang muncul."

Sebagaimana diketahui, varian omicron telah mendorong jumlah infeksi total secara global mencapai angka 350 juta. Namun, dampaknya dianggap kurang mematikan dan meningkatnya tingkat vaksinasi telah menyebabkan optimisme di beberapa bagian bahwa pandemi terburuk mungkin telah berlalu.

WHO mendesak agar negara-negara lebih disiplin dan bersatu dalam memerangi virus corona. Hal itu mengingat bahwa pandemi telah memasuki tahun ketiga.

"Pandemi COVID-19 sekarang memasuki tahun ketiga dan kita berada pada titik kritis," kata Tedros sebelumnya. "Kita harus bekerja sama untuk mengakhiri fase akut pandemi ini. Kita tidak bisa membiarkannya terus berlarut-larut, bergerak di antara kepanikan dan kelalaian."

Lebih lanjut, ia meminta negara-negara untuk memaksimalkan strategi penanggulangan COVID-19 dengan upaya yang sudah ada. Misalnya seperti pengujian dan inokulasi, agar darurat kesehatan global berakhir tahun ini.

(wk/zodi)


You can share this post!


Related Posts