Sedang Booming, Industri Game Online di India Terancam Mati Karena Undang-undang Baru
Pxhere
Dunia

Industri game online di India yang mulai berkembang kini terancam dengan adanya undang-undang baru. Sementara pemerintah India menilai ada unsur perjudian dalam game online yang booming tersebut.

WowKeren - Nikita Luther adalah pemain poker top India sekaligua wanita pertama dan pemain kedua dari negara tersebut yang memenangkan bracelet di World Series of Poker, kompetisi teratas untuk permainan tersebut. Namun kini karirnya berada di persimpangan jalan lantaran masa depan permainan poker di India yang tak jelas.

Gelombang undang-undang dan peraturan yang diperkenalkan oleh beberapa negara bagian di seluruh negeri baru-baru ini menjadi ancaman bagi sebagian besar industri game online yang berkembang pesat, termasuk permainan kartu populer seperti poker dan rummy. Argumen dari masing-masing pemerintah negara bagian pada dasarnya sama: Undang-undang yang disahkan oleh Tamil Nadu, Karnataka dan Andhra Pradesh dan peraturan yang diperkenalkan oleh Kerala bertujuan untuk memberantas perjudian.

Tetapi para ahli memperingatkan bahwa undang-undang tersebut dirancang dengan cara yang tidak membedakan antara permainan yang didorong oleh bakat yang diasah selama bertahun-tahun dengan yang hasilnya sangat ditentukan oleh keberuntungan. Perbedaan itu sangat penting. Pasalnya, bertaruh pada “permainan peluang” memang ilegal secara nasional. Sementara pengadilan tinggi negara itu sebelumnya mengizinkannya untuk “permainan keterampilan”.


Dalam masalah ini, industri yan jika dibiarkan tumbuh, diperkirakan akan mempekerjakan 40.000 orang di India pada tahun 2023, menurut AIGF dipertaruhkan. Sementara itu, pandemi telah mendorong ekspansi sektor ini, dengan pendapatan dari game berbasis keterampilan online di India diperkirakan akan meningkat dua kali lipat menjadi $3 miliar pada tahun 2023.

Juni tahun lalu, perusahaan konsultan KPMG menggambarkan India sebagai salah satu pasar game dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Merujuk pada 420 juta gamer online kasual di negara itu sebagai bukti potensi untuk ekspansi lebih lanjut.

Meski begitu, pemerintah memiliki alasan untuk khawatir tentang perjudian. Meski sebagian besar kasus berkaitan dengan rummy, bukan poker. Pada bulan September, polisi di Andhra Pradesh menangkap seorang pria yang telah mencuri emas senilai lebih dari $300.000 dari bank untuk membiayai kecanduan rummy online-nya. Tamil Nadu telah menyaksikan serangkaian bunuh diri oleh orang-orang yang telah kehilangan puluhan ribu dolar dalam rummy online.

Tapi solusinya bukanlah larangan bermain game, kata Roland Landers, CEO AIGF. “Kami sangat yakin bahwa jalan ke depan adalah regulasi atau regulasi mandiri yang efektif, bukan larangan,”: pungkasnya pada Al Jazeera.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait