Dalam konferensi 'All of Us Are Dead' belum lama ini, sutradara mengungkap alasannya memfokuskan cerita tentang zombie pada siswa SMA di sekolahnya. Seperti apa?
- Eva Lestari
- Rabu, 02 Februari 2022 - 13:51 WIB
WowKeren - Drama Netflix "All of Us Are Dead" sedang menarik perhatian karena plotnya yang unik dan tak biasa, yakni sekolah sebagai pusat wabah zombie. Lantas, apa alasan tim produksi memilih latar tersebut?
Sebagaimana diketahui, "All of Us Are Dead" adalah sebuah drama yang didasarkan pada webtoon dengan judul serupa. Karya aslinya menceritakan kisah sekelompok siswa yang terjebak di sekolah mereka selama wabah zombie. Alhasil, para siswa mati-matian melarikan diri dari sekolah agar tak berubah jadi zombie.
Menurut sutradara Lee Jae Kyu, alur ini terasa sangat menyegarkan karena menunjukkan bagaimana anak-anak berjuang di tengah krisis. Dia menuturkan, "Sampai sekarang, sebagian besar film zombie berputar di sekitar orang dewasa. Namun seri ini mengikuti kisah siswa yang belum sepenuhnya dewasa dan bersosialisasi."
Dia melanjutkan, "Ketika orang dewasa berada dalam situasi berbahaya, mereka akan menemukan cara yang lebih aman. Tapi anak- anak, mereka terkadang membuat keputusan yang lebih berisiko."
"Aku ingin membuat cerita yang bisa membuat orang berpikir tentang apa artinya menjadi orang dewasa dan manusia dengan melihat keputusan serta tindakan anak-anak dalam situasi hidup atau mati," imbuhnya.
Sutradara Lee Jae Kyu kemudian mengomentari adegan bullying yang cukup menonjol dalam drama ini. Dia menjelaskan, "Menurutku, bullying tidak hanya terjadi di sekolah."
"Itu juga terjadi di masyarakat. Orang-orang secara kolektif terikat dalam kelompok dengan keegoisan membawa masalah seperti itu ke masyarakat secara global," imbuhnya.
"Beberapa orang mungkin berpikir bahwa ini hanya cerita tentang anak-anak di sekolah. Tapi aku harap pemirsa dapat menganggapnya relevan bahkan sebagai orang dewasa," pungkas sutradara.
Sementara itu, "All of Us Are Dead" meraih kesuksesan yang luar biasa usai dirilis pada Jumat (28/1) lalu. Dalam satu hari saja, drama ini telah menempati posisi pertama di charts Netflix di 25 negara seluruh dunia.
(wk/eval)