Lima Obat Ini Terbukti Tak Miliki Manfaat Untuk COVID-19, Ada Ivermectin
PxHere
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Lima jenis obat-obatan yang sempat digunakan sebagai obat terapi COVID-19, ternyata terbukti tidak memiliki manfaat. Hal ini disampaikan oleh Ketua Satgas COVID-19 IDI Zubairi Djoerban.

WowKeren - Selama pandemi COVID-19 berlangsung, pemerintah mengupayakan untuk memberikan perawatan yang terbaik bagi pasien yang dinyatakan positif. Dalam perawatan, tentu saja pasien diberi obat untuk membantu proses pemulihan.

Sebelumnya, pemerintah telah menyampaikan sejumlah jenis obat yang digunakan untuk pasien COVID-19. Di antaranya adalah Ivermectin yang juga sempat "dipromosikan" oleh Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko dan Menteri BUMN Erick Thohir.

Namun kini Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban menyebut bahwa beberapa obat yang pernah diklaim bisa melawan virus Corona itu kini terbukti tidak bermanfaat. Hal ini disampaikan Zubairi melalui akun Twitter resminya, ProfesorZubairi, Sabtu (5/2).

Bahkan Zubairi mengungkapkan obat-obat yang sempat digunakan untuk COVID-19 itu menyebabkan efek samping serius pada beberapa kasus. Adapun kelima obat yang dimaksud adalah Ivermectin, Klorokuin, Oseltamivir, Plasma Convalescent, Azithromycin.


Zubairi menerangkan bahwa Ivermectin tidak disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan regulator obat Uni Eropa. "Banyak laporan pasien yang memerlukan perhatian medis, termasuk rawat inap, setelah konsumsi Ivermectin," tulis Zubairi.

Kemudian untuk obat Klorokuin, Zubairi menuturkan bahwa obat tersebut memang sudah digunakan oleh ratusan ribu orang di dunia. Namun terbukti malah berbahaya untuk jantung. Sementara untuk manfaat antivirusnya juga tidak ada, sehingga obat tersebut sudah tidak diperbolehkan untuk digunakan lagi.

Obat selanjutnya adalah Oseltamivir. Zubairi memaparkan bahwa obat ini sebenarnya untuk Influenza, dan tidak ada bukti ilmiah untuk mengobati COVID-19. "Bahkan, WHO sudah menyatakan obat ini tidak berguna untuk COVID-19. Kecuali saat Anda dites terbukti positif Influenza, yang amat jarang ditemukan di Indonesia," ungkap Zubairi.

Selanjutnya, Plasma Convalescent, kata Zubairi, obat ini selain tidak memiliki manfaat, juga mahal serta memakan proses yang lama. "Oleh WHO tidak direkomendasikan kecuali dalam konteks uji coba acak dengan kontrol," imbuhnya.

Terakhir, Azithromycin, Zubairi memaparkan bahwa obat tersebut juga tidak bermanfaat sebagai terapi COVID-19, baik skala ringan maupun sedang. Kecuali ditemukan bakteri selain virus penyebab COVID-19 dalam tubuh. "Kalau hanya Covid-19, maka obat ini tidak diperlukan," tandas Zubairi.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts