Buntut Wisatawan Positif COVID-19 Berlibur di Malang, Supermarket Ditutup Hingga Dipanggil Polisi
Unsplash/Viki Mohamad
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Publik digegerkan dengan unggahan di media sosial yang viral, di mana menunjukkan pengakuan salah seorang wisatawan yang terpapar COVID-19, namun tetap beraktivitas di Malang. Hal ini lantas berbuntut panjang.

WowKeren - Baru-baru ini, masyarakat digegerkan dengan sebuah unggahan di media sosial yang viral, di mana menunjukkan ada seorang wisatawan positif COVID-19, namun tetap pergi jalan-jalan. Hal ini lantas memicu reaksi dari berbagai pihak.

Akibat dari pengakuan wisatawan tersebut, maka Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengambil langkah melakukan tes usap kepada karyawan Supermarket Lailai yang berlokasi di Jalan Semeru. Adapun hal ini dilakukan lantaran sang wisatawan membagikan fotonya tengah berbelanja di supermarket tersebut.

Atas kegaduhan yang diciptakan wisatawan tersebut, Wali Kota Malang Sutiaji pun hingga turun tangan. Ia menggelar inspeksi mendadak (Sidak) bersama Satgas COVID-19 ke supermarket tersebut. Kemudian sejumlah catatan juga disampaikan kepada pengelola untuk pembenahan dalam penerapan prokes di supermarket tersebut.

"Tadi kita temukan aplikasi PeduliLindungi tidak dipakai, sehingga saya minta berita acara pemeriksaan (BAP) oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)," tutur Sutiaji usai meninjau tes swab dilakukan, Senin (7/2). "Untuk swab sudah dilakukan, dari 30 sampel ada satu yang positif dan berikutnya kami tracing bersama puskesmas terkait."


Kemudian, Satpol PP Kota Malang juga melakukan penyegelan penutupan sementara supermarket tersebut, terhitung 7 sampai 21 Februari 2022. Penutupan ini dilakukan guna menghindari penularan lebih lanjut. Sementara selama penutupan, waktu tersebut diharapkan bisa dimanfaatkan oleh pengelola untuk perbaikan prokes.

"Saya mengimbau kepada semua pengunjung yang sempat berbelanja di sini beberapa hari terakhir untuk aktif melakukan swab. Bagi masyarakat luas saya mengimbau kesadarannya untuk menerapkan prokes," tegas Sutiaji. "Juga bagi dunia usaha agar ekonomi sama-sama bangkit tolonglah dikuatkan, termasuk memakai aplikasi PeduliLindungi."

Sementara itu, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota diketahui akan memanggil pemilik akun media sosial Reza Fahd Adiran yakni seorang wisatawan yang mengaku terpapar COVID-19, namun tetap melakukan aktivitas di Kota Malang. Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Eko Novianto mengatakan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat kepada pemiliki akun Facebook Reza Fahd Adrian untuk memberikan klarifikasi.

Eko mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan dengan melakukan pemantauan digital. Selain itu, polisi juga telah mengantongi identitas pelaku.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts