Internet Wadas Dicurigai Sengaja Diperlambat, Ini Kata Operator
Nasional

Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur mencurigai jaringan internet di Wadas sengaja diperlambat untuk mencegah penyebarluasan informasi terkait situasi di desa tersebut.

WowKeren - Jaringan internet dan listrik pada sempat terjadi di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur mencurigai jaringan internet di Wadas sengaja diperlambat untuk mencegah penyebarluasan informasi terkait situasi di desa tersebut.

Menurut Isnur, tindakan polisi di Desa Wadas sebenarnya terekam dalam sejumlah video. Namun jaringan internet yang melambat membuat rekaman video tersebut tak bisa disebarluaskan.

"Tapi kami curiga ada upaya mencegah publikasi, livestream, penyebarluasan informasi, dengan cepat melalui sosial media dengan cara perlambatan (internet)," jelas Isnur dalam diskusi virtual pada Minggu (13/2).

Kekinian, pihak operator lantas buka suara terkait keluhan internet lemot di Desa Wadas. Menurut General Manager Network Service Telkomsel Jateng-DIY Eko Prasetyo, sebenarnya ada tiga unit BTS (Based Transceiver Station) yang menjangkau Kecamatan Bener.


"Kita sebenarnya sudah ada tiga BTS untuk cover area sini. Tapi kendala kontur tebing Desa Wadas memang kendala utama, terlebih pekan lalu saat ada keramaian penggunaan traffic tinggi karena banyak orang ada di Wadas," paparnya, Senin (14/2). "Kalau biasanya hanya untuk kebutuhan warga Desa Wadas sudah cukup."

Tim teknisi kemudian menempatkan alat repeater penguat sinyal di atas pohon hutan Desa Wadas untuk mengatasinya. Solusi ini sifatnya sementara, namun bisa menjadi permanen jika memang sangat dibutuhkan warga setempat.

"Kita menjawab keluhan dari warga beberapa hari lalu, makanya hari ini kita langsung datang bawa tim teknisi untuk pasang penguat sinyal repeater. Alat tersebut kita taruh di atas pohon seberang Masjid Wadas. Mudah-mudahan malam ini sudah bisa on," papar Eko.

Kepala Ombudsman perwakilan Jawa Tengah Siti Farida memantau langsung pemasangan penguat sinyal tersebut. Siti Farida sendiri memang tengah melakukan investigasi ke Desa Wadas.

"Saya sangat terima kasih ini Telkomsel bisa respons gerak cepat. Hal-hal pelayanan publik inilah yang kami pantau monitoring, kebetulan Desa Wadas mengeluhkan jaringan listrik yang kerap padam dan sinyal internet lemot," pungkasnya.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait