Pasien Leukimia di AS Jadi Wanita Pertama yang Sembuh Dari HIV Usai Lakukan Transplantasi Sel Induk
Pexels/Edward Jenner
Dunia

Para ilmuwan menyatakan pasien leukimia di AS menjadi wanita pertama dan pasien ketiga yang sembuh dari HIV dengan metode transplantasi sel induk. Penelitian ini pun akan terus dikembangkan.

WowKeren - Seorang pasien leukimia di Amerika Serikat (AS) disebut menjadi wanita pertama dan orang ketiga yang sembuh dari HIV setelah menerima transplantasi sel induk dari donor yang secara alami resisten terhadap virus penyebab AIDS. Hal ini dilaporkan oleh para peneliti.

Adapun kasus tersebut menimpa seorang wanita paruh baya dari ras campuran yang dipresentasikan pada Konferensi Retrovirus dan Infeksi Oportunisitik di Denver. Kasus ini disebut juga sebagai kasus pertama yang melibatkan darah tali pusat, sebuah pendekatan baru yang dapat membuat pengobatan tersedia bagi lebih banyak orang.

Sejak menerima darah tali pusat untuk mengobati leukimia myeloid akutnya yang merupakan kanker yang dimulai pada sel-sel pembentuk darah di sumsum tulang, wanita tersebut juga telah mengalami remisi dan bebas dari virus selama 14 bulan, tanpa memerlukan pengobatan HIV ampuh yang dikenal sebagai terapi antiretroviral.

Di sisi lain, dua kasus sebelumnya terjadi pada pria yakni satu berkulit putih dan satu Latin yang juga telah menerima sel punca dewasa, yang lebih sering digunakan dalam transplantasi sumsum tulang.


"Sekarang ini adalah laporan ketiga dari penyembuhan di rangkaian ini, dan yang pertama pada wanita yang hidup dengan HIV," tutur Sharon Lewin selaku Presiden Terpilih dari International AIDS Society dalam sebuah pernyataan dikutip pada Rabu (16/2).

Lewin mengatakan bahwa kasus tersebut merupakan bagian dari studi besar yang didukung oleh AS yang dipimpin oleh Dr Yvonne Bryson dari University of California Los Angeles (UCLA) dan Dr Deborah Persaud dari Johns Hopkins University di Baltimore.

Hal itu bertujuan untuk mengikuti 25 orang dengan HIV yang menjalani transplantasi dengan sel induk yang diambil dari darah tali pusat untuk pengobatan kanker dan kondisi serius lainnya.

Lebih lanjut, Lewin menuturkan bahwa para ilmuwan percaya orang-orang tersebut kemudian mengembangkan sistem kekebalan yang kebal terhadap HIV. Ia menuturkan bahwa transplantasi sumsum tulang bukanlah strategi yang tepat untuk menyembuhkan kebanyakan orang yang hidup dengan HIV.

Meski demikian, kata Lewin, laporan itu "mengkonfirmasi bahwa penyembuhan HIV adalah mungkin dan semakin memperkuat penggunaan terapi gen sebagai strategi yang layak untuk penyembuhan HIV," jelasnya. Kemudian, studi ini juga menunjukkan bahwa elemen penting untuk keberhasilan adalah transplantasi sel yang resistan terhadap HIV.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait