Xi Jinping mengatakan bahwa misi utama kota itu saat ini adalah mengendalikan wabah. Beijing telah memberi mandat pada perusahaan properti untuk ikut membantu.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 18 Februari 2022 - 14:44 WIB
WowKeren - Kasus penyebaran virus corona di Hong Kong tengah membuat wilayah itu berupaya keras untuk mengekang lonjakan. Pemimpin Hong Kong Carrie Lam pada Jumat (18/2) mengatakan jika Hong Kong telah mengidentifikasi lebih dari 20.000 kamar hotel untuk akomodasi karantina.
Para pengembang properti pun turut berjibaku membantu mengekang penyebaran virus. Menurut Lam, sebanyak 21 hotel telah menyatakan minatnya untuk mengubah fasilitas mereka menjadi tempat isolasi. Jumlah tersebut jauh lebih besar dibanding target awal pemerintah yaitu antara 7.000 hingga 10.000 kamar.
Sebagaimana diketahui, fasilitas karantina di Hong Kong telah mencapai kapasitas dan tempat tidur rumah sakit lebih dari 90 persen penuh saat kasus meningkat. Bahkan beberapa pasien, termasuk lansia, dibiarkan berbaring di tempat tidur di luar ketika cuaca sedang dingin, terkadang hujan.
Salah satu pengembang properti, Sun Hung Kai Properties (SHKP), pada Kamis (17/2) malam mengatakan bahwa pihaknya mampu menyediakan 1.000 kamar di dua hotelnya untuk digunakan sebagai fasilitas isolasi. Mereka juga akan menyiarkan video promosi dari pemerintah terkait paspor vaksin di mal-mal besar.
Pengembang properti yang lain, New World Development, mengatakan akan menyediakan sekitar 700 kamar. Sedangkan Henderson Land Development mengatakan, keluarga pendiri Lee akan menyumbangkan 10 juta dolar Hong Kong untuk mengirim bahan anti-epidemi ke panti jompo.
Ketua SHKP Raymond Kwok mengatakan bahwa instruksi Presiden Tiongkok Xi Jinping telah mendorong orang-orang untuk bekerja sama melawan virus itu. Hong Kong telah melaporkan kasus baru telah berlipat ganda sejauh 60 kali bulan ini.
"Instruksi penting Presiden Xi Jinping untuk mendukung perjuangan Hong Kong melawan epidemi," ujarnya. "Dan mobilisasi departemen pusat terkait untuk membantu Hong Kong, telah memberikan dorongan kepercayaan kepada semua orang Hong Kong."
Jinping mengatakan bahwa misi utama kota itu saat ini adalah menstabilkan dan mengendalikan wabah. Reuters melaporkan bahwa September lalu Beijing memberi mandat pada perusahaan properti untuk membantu.
(wk/zodi)