Demi menghasilkan musik yang diinginkan dalam mixtape perdananya, 'Ruby', Woozi SEVENTEEN sampai harus berjuang lebih keras. Berikut perjuangan idol sekaligus produser tersebut.
- Intan Maharani
- Rabu, 02 Maret 2022 - 16:54 WIB
WowKeren - Belum lama ini, Woozi SEVENTEEN (II) mencuri perhatian dengan merilis mixtape solo bertajuk "Ruby". Saat melakukan wawancara dengan Dispatch, pemilik nama asli Lee Ji Hoon itu membicarakan tentang pandangan bermusik termasuk karya solo perdananya tersebut.
"Ruby" sendiri telah menunjukkan pesona tak terduga Woozi dibanding karya-karya sebelum ini. Penggunakan falsetto dan elemen rock yang ditambahkan idol sekaligus produser tersebut membuat lagu ini lebih intens juga penuh warna.
Mengenai arti "Ruby" sendiri, Woozi menjelaskan, "SEVENTEEN adalah berlian. SEVENTEEN punya CARAT. Karena aku sebagai solois, kupikir akan menyenangkan memilih permata lain. Aku sedang berpikir, apa yang menjadi permata terkuat, dan ruby muncul di benakku. Si permata merah."
Lewat "Ruby", Woozi ingin menunjukkan gebrakan dalam warna musik yang ia produksi. Meski awalnya berpikir untuk menyanyikan lagu ballad, namun ia memutuskan untuk membuat pendengarnya terkejut lantaran memilih genre yang lebih intens.
"Sebenarnya, aku berpikir membuat ballad. Karena ada banyak lagu balada yang mengungkapkan emosi di antara musik yang dikenal orang banyak. Tapi aku bertanya-tanya, 'Apakah benar Woozi hanya menyanyikan lagu ballad?'" terangnya.
Lantas, Woozi menambahkan, "Tentu saja, begitulah aku, tapi ada lebih banyak lagu yang kusukai. Aku bertanya-tanya, apakah itu bisa diungkapkan (hanya dengan ballad). Ruby lahir setelah aku mulai mencarinya."
Rupanya dalam memproduksi "Ruby", Woozi harus bekerja lebih keras. Dalam perjuangannya mewujudkan lagu sesuai keinginannya, ia pun harus menyingkirkan beberapa lagu yang sudah rampung digarap karena tidak mendapatkan "feel" di dalamnya.
"Ada banyak trial and error di awal. Aku bahkan meledakkan intro. Aku juga 'membunuh' lagu yang sudah selesai (karena aku tidak merasakannya). Pekerjaan ini berkah untukku. Aku benar-benar ingin menyelesaikan dengan baik. Aku puas sekarang," kata Woozi.
Terakhir, Woozi punya pendapat terkait pesona "Ruby" sebagai sebuah lagu. "Hanya karena perhiasan mahal, bukan berarti anda menyukainya. Ada berbagai getaran yang diberikan perhiasan untuk anda. Aku berpikir itulah nilai perhiasan. Aku ingin membandingkan berbagai warna perhiasan. Ini adalah lagu penuh warna," pungkasnya.
Sementara itu, MV "Ruby" telah ditonton lebih dari 5 juta kali di YouTube. Tak lama setelah dirilis, lagu ini juga sempat menduduki peringkat 1 tangga lagu iTunes Top Songs di 18 negara seperti Indonesia, Meksiko, Filipina, Chili, dan lainnya.
(wk/inta)