Bantahan ini datang beberapa jam setelah Rusia menyebut bahwa AS bekerjasama dengan Ukraina untuk mengembangkan senjata biologis di sekitar perbatasan Ukraina-Rusia.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 10 Maret 2022 - 16:36 WIB
WowKeren - Amerika buka suara menanggapi klaim Rusia yang menyebut bahwa negara itu tengah mengoperasikan laboratorium perang biologis (biowarfare) di Ukraina. AS dengan tegas menyebut bahwa tuduhan itu tak masuk akal.
Rusia menyebut bahwa AS bekerjasama dengan Ukraina untuk mengembangkan senjata biologis di sekitar perbatasan Ukraina-Rusia. Sebaliknya, AS justru membantah bahwa Rusia lah yang mungkin berusaha menggunakan senjata kimia atau biologis selama serangan yang menargetkan Ukraina.
"Ini termasuk usaha pembunuhan dan upaya meracuni musuh politik Presiden Rusia Vladimir Putin seperti pemimpin oposisi Rusia, Alexei Navalny," kata Jen Psaki, Sekretaris Pers Gedung Putih dalam cuitan di akun Twitter miliknya.
Tuduhan Rusia juga mendapat kecaman dari Departemen Luar Negeri AS dan Pentagon. Ned Price, juru bicara Departemen Luar Negeri, menuduh Rusia sengaja menciptakan propaganda palsu untuk membenarkan invasinya ke Ukraina.
"Washington sepenuhnya mematuhi kewajibannya di bawah Konvensi Senjata Kimia dan Konvensi Senjata Biologis," kata Price. "Dan tidak mengembangkan atau memiliki senjata semacam itu di mana pun."
Tak hanya itu, para pejabat AS juga turut menuduh Tiongkok yang menggemakan apa yang disebut mereka teori konspirasi Moskow. Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada Selasa (8/3) menyebut jika AS memiliki 336 laboratorium yang tersebar di 30 negara, yang mana 26 di antaranya ada di Ukraina. Mereka meminta AS memberikan laporan mengenai kegiatan militer biologisnya dan tunduk pada verifikasi multilateral.
Sebelumnya pada Rabu (9/3), juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan jika negaranya memiliki dokumen yang menunjukkan jika Kementerian Kesehatan Ukraina telah memerintahkan penghancuran sampel wabah, kolera, antraks, dan patogen lainnya sebelum Rusia mulai melancarkan invasinya.
"Dapat disimpulkan bahwa komponen senjata biologis sedang dikembangkan di biolab Ukraina yang terletak di sekitar perbatasan kami," ujarnya. "Pemusnahan darurat patogen berbahaya pada 24 Februari adalah langkah penting yang bertujuan untuk menyembunyikan fakta bahwa Ukraina dan AS telah melanggar Pasal 1 Konvensi Senjata Biologis dan Racun."
(wk/zodi)