Terduga Teroris Ditembak Mati di Sukoharjo Ternyata Dokter, Disebut Sering Beri Pengobatan Gratis
Pixabay
Nasional

Pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sukoharjo telah membenarkan bahwa SU tercatat sebagai anggotanya. SU yang merupakan dokter umum selama ini membuka praktik di rumahnya di Gayam, Kecamatan Sukoharjo.

WowKeren - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri dilaporkan telah menembak mati seorang terduga teroris di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Rabu (9/3) malam. Namun kekinian, diketahui bahwa terduga teroris yang ditembak mati Densus 88 di Sukoharjo tersebut adalah seorang dokter.

Pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sukoharjo telah membenarkan bahwa SU tercatat sebagai anggotanya. SU yang merupakan dokter umum selama ini membuka praktik di rumahnya di Gayam, Kecamatan Sukoharjo.

"Beliau berpraktik untuk sosial, banyak yang digratiskan oleh beliau," ungkap Ketua IDI Sukoharjo, dr Arif Budi Satria.

Meski demikian, Arif mengaku tidak mengenal sosok SU secara personal. Meski sesama anggota IDI, Arif dan SU jarang bertemu.

"Kami jarang ketemu, tetapi sebagai sesama anggota IDI tentu tahu, karena beliau kan kalau mengurus surat izin praktek ke kami," paparnya. "Sebagai pengurus, administrasi dan lain-lain harus tahu, nomor anggota induknya berapa, habis surat izin praktek kapan. Kalau sebagai personal, tidak, kenal dekat tidak."


Hal senada juga disampaikan oleh Ketua RT 03 Bangunharjo, Bambang Pujiana. Menurutnya, SU adalah seorang dokter yang membuka praktik di rumahnya.

Bambang sendiri baru mengetahui jika SU ditangkap dan ditembak mati oleh Densus 88. Ia mengaku kaget kala dihubungi oleh anggota Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Sukoharjo yang menginformasikan bahwa SU meninggal karena diduga terlibat dalam jaringan terorisme.

SU sendiri disebut merupakan sosok yang tertutup dengan warga sekitar. SU disebut tak pernah hadir di acara kampung seperti kerja bakti dan rapat warga.

Di sisi lain, Densus 88 mengungkapkan bahwa SU diduga masuk jaringan teroris Jamaah Islamiah (JI). Ia disebut pernah menjabat sebagai Deputi Dakwah di JI.

"Keterlibatan SU adalah selaku anggota organisasi teroris JI," tutur Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait