Para ahli biosekuriti mengatakan pergerakan pasukan Rusia ke Ukraina telah meningkatkan risiko lolosnya patogen penyebab penyakit jika salah satu fasilitas itu rusak.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 11 Maret 2022 - 13:51 WIB
WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan Ukraina untuk menghancurkan patogen yang ditempatkan di laboratorium kesehatannya yang dianggap memiliki ancaman tinggi. Langkah itu diperlukan untuk mencegah adanya risiko bocor sehingga akan menyebarkan penyakit di tengah warga.
Para ahli biosekuriti mengatakan pergerakan pasukan Rusia ke Ukraina serta pemboman kota-kotanya telah meningkatkan risiko lolosnya patogen penyebab penyakit jika salah satu fasilitas itu rusak. Sama seperti negara lainnya, Ukraina juga memiliki laboratorium kesehatan masyarakat untuk melakukan penelitian terkait ancaman penyakit berbahaya yang menyerang hewan dan manusia. Laboratorium itu telah menerima dukungan dari Amerika Serikat, Uni Eropa, dan WHO sendiri.
WHO mengatakan kepada Reuters bahwa mereka telah berkolaborasi dengan laboratorium kesehatan masyarakat Ukraina selama beberapa tahun. Tujuannya adalah untuk mempromosikan praktik keamanan yang membantu mencegah pelepasan patogen yang tidak disengaja atau disengaja.
"Sebagai bagian dari pekerjaan ini," kata WHO. "WHO sangat merekomendasikan kepada Kementerian Kesehatan di Ukraina dan badan-badan lain yang bertanggung jawab untuk menghancurkan patogen ancaman tinggi untuk mencegah potensi tumpahan."
Pada Rabu (9/3) juru bicara kementerian luar negeri Rusia Maria Zakharova mengulangi klaim lama bahwa Amerika Serikat mengoperasikan laboratorium biowarfare di Ukraina. Yang mana, tuduhan ini juga telah kerap kali disangkal oleh AS maupun Ukraina.
Zakharova mengatakan bahwa dokumen yang didapat pasukan Rusia di Ukraina menunjukkan "upaya darurat untuk menghapus bukti program biologis militer" dengan menghancurkan sampel laboratorium. Sebaliknya, juru bicara pemerintah AS mengatakan bahwa Rusia dapat menggunakan klaimnya sebagai dalih untuk menyebarkan senjata kimia atau biologinya sendiri.
Tuduhan Rusia juga mendapat kecaman dari Departemen Luar Negeri AS dan Pentagon. Ned Price, juru bicara Departemen Luar Negeri, menuduh Rusia sengaja menciptakan propaganda palsu untuk membenarkan invasinya ke Ukraina.
Sedangkan pernyataan WHO tidak mengacu pada biowarfare. Yang jelas, mereka mengatakan bahwa pihaknya mendorong semua pihak untuk bekerja sama dalam "pembuangan patogen yang mereka temui secara aman dan terjamin, dan untuk menjangkau bantuan teknis sesuai kebutuhan."
(wk/zodi)