Buka Penerbangan dari 9 Negara, Hong Kong Hadapi Kesulitan Sediakan Hotel
pixabay.com/Engin_Akyurt
Dunia
Pandemi Virus Corona

Kurangnya hotel karantina akan menimbulkan kesulitan bagi orang untuk kembali ke rumah. Carrie Lam mengaku tengah mengupayakan koordinasi dengan berbagai pihak.

WowKeren - Hong Kong akhirnya telah membuka kembali penerbangan untuk sembilan negara mulai April mendatang. Sebagai tindak lanjut dari kebijakan itu, Cathay Pacific berencana untuk meningkatkan penerbangannya.

Sebagaimana diketahui, Kepala Eksekutif Carrie Lam mengumumkan pada jumpa pers harian tentang serangkaian tindakan pandemi baru pada hari Senin (21/3), termasuk pencabutan larangan penerbangan terhadap sembilan negara yakni Australia, Kanada, Prancis, India, Nepal, Pakistan, Filipina, Inggris dan AS mulai 1 April.

Masa karantina hotel untuk migran yang kembali ke luar negeri juga akan dikurangi menjadi seminggu dari 14 hari selama orang dinyatakan negatif COVID-19. Namun meski demikian, ada satu hal yang memicu kekhawatiran di tengah masyarakat yakni tentang ketersediaan hotel. Kurangnya hotel karantina akan menimbulkan kesulitan bagi orang untuk kembali ke rumah.

"Kami secara aktif bekerja untuk melanjutkan lebih banyak penerbangan untuk pelanggan kami mulai 1 April," kata seorang juru bicara Cathay Pacific. "Sambil juga memastikan bahwa ketidaknyamanan yang disebabkan oleh pelanggan kami jika ada penangguhan khusus penerbangan diminimalkan."


Untuk informasi lebih lanjut, penumpang bisa langsung merujuk ke situs resmi maskapai. Kedatangan dari luar negeri kemungkinan akan menghadapi kesulitan besar dalam memesan hotel karantina.

Hal itu mengingat SAR saat ini hanya memiliki 25 hotel untuk pelancong yang menyediakan sekitar 6.500 kamar dengan 18 di antaranya telah diubah menjadi fasilitas isolasi untuk pasien COVID-19 dengan gejala ringan di tengah lonjakan omicron. Hingga Minggu malam, kamar di 25 hotel karantina untuk kedatangan itu 70 hingga 80 persen di antaranya sudah dipesan.

"Jadi orang yang ingin kembali dari sembilan negara di bawah larangan penerbangan," kata Lam. "Jika sebelumnya mereka telah memesan kamar hotel mungkin menghadapi kesulitan menjadwal ulang pemesanan mereka sekarang."

Lam mengaku tengah mengupayakan koordinasi dengan berbagai pihak untuk melihat apa ada lebih banyak hotel yang bergabung dengan pemerintah. "Sehingga penduduk Hong Kong yang terdampar di sembilan negara dapat memesan hotel dengan lebih mudah," lanjutnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait