Mantan Ibu Negara AS Hillary Clinton Dinyatakan Positif Usai Jalani Tes COVID-19
AFP/Gabrielle Lurie
Dunia
Pandemi Virus Corona

Salah satu tokoh negara di Amerika Serikat (AS) kembali dinyatakan positif COVID-19. Kini kabar kurang mengenakkan itu datang dari istri mantan Presiden AS Bill Clinton.

WowKeren - Pandemi COVID-19 yang telah terjadi di negara-negara dunia telah menyebabkan sejumlah tokoh negara terpapar virusnya. Sebelumnya mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama dinyatakan positif COVID-19.

Kini giliran mantan Ibu Negara AS Hillary Clinton yang dinyatakan positif usai melakukan tes COVID-19 pada Selasa (22/3). Meski demikian, Hillary Clinton dinyatakan mengalami gejala ringan.

Kemudian melalui media sosial, Hillary Clinton mengatakan bahwa kondisinya baik-baik saja. Sementara untuk suaminya, Bill Clinton, dinyatakan negatif COVID-19. Akan tetapi tetap dikarantina sampai rumah tangga mereka dinyatakan benar-benar bersih atau negatif COVID-19 semua.

Sementara itu, seorang Juru Bicara Mantan Presiden melalui unggahannya di Twitter, mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan tes COVID-19 di hari-hari mendatang. Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penularan COVID-19.


Di sisi lain, Hillary mengaku lebih bersyukur dari sebelumnya atas perlindungan yang ia dapatkan usai melakukan vaksinasi COVID-19. Kemudian ia pun mengimbau dan meminta masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi dan booster.

Adapun pengumuman dari Hillary Clinton tersebut diketahui mengikuti pernyataan pada Selasa (22/3) malam, dari Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki bahwa ia dinyatakan positif COVID-19 untuk yang kedua kalinya dan akan melewatkan konferensi persnya di Gedung Putih.

Psaki lantas mengatakan dikarenakan saat ini ia positif COVID-19, maka akan kembali "memaksanya" untuk melewatkan perjalanan ke Eropa yang pada kali ini untuk serangkaian pertemuan darurat dengan para pemimpin dunia mengenai invasi Rusia yang sedang berlangsung ke Ukraina.

Seperti yang diketahui, Presiden AS Joe Biden dijadwalkan berangkat ke Belgia dan Polandia pada Rabu (23/3). Sejauh ini COVID-19 telah menyerang sejumlah tokoh di sejumlah negara dunia. Sehingga memicu masing-masing negara untuk bisa segera keluar dari pandemi COVID-19.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts