Malaysia Buka Perbatasan Mulai Hari Ini, Wisatawan Medis Asal Indonesia Diperkirakan Melonjak
Maxpixel
Dunia
Pandemi Virus Corona

Menurut Presiden Asosiasi Rumah Sakit Swasta Malaysia (APHM) Datuk Dr Kuljit Singh, biaya perawatan medis di Malaysia lebih hemat dibanding negara lain sehingga banyak orang asing yang tertarik berobat ke Negeri Jiran tersebut.

WowKeren - Malaysia kembali membuka perbatasannya pada Jumat (1/4) hari ini setelah menutupnya selama dua tahun karena pandemi COVID-19. Pembukaan perbatasan ini diyakini akan membantu meningkatkan ekonomi dan menggerakkan Malaysia menuju keadaan normal, dengan turis, pekerja asing, dan investor diharapkan akan kembali.

Tak hanya turis yang berwisata, kelompok turis yang diperkirakan akan datang ke Malaysia dalam jumlah besar adalah wisatawan medis. Malaysia disebut sebagai pusat wisata medis karena negara tersebut memiliki beberapa layanan kesehatan medis swasta terbaik di bidang itu.

Menurut Presiden Asosiasi Rumah Sakit Swasta Malaysia (APHM) Datuk Dr Kuljit Singh, Dewan Perjalanan Perawatan Kesehatan Malaysia melaporkan pendapatan RM 1 miliar (setara Rp 3,4 trilin) pada tahun 2019. Dr Singh menyebut biaya perawatan medis di Malaysia lebih hemat dibanding negara lain sehingga banyak orang asing yang tertarik berobat ke Negeri Jiran tersebut.

"Kami pasti akan melihat lonjakan wisatawan medis dan saya yakin sebagian besar akan mulai membuat janji dan pengaturan perjalanan sesegera mungkin karena kami memiliki klien yang cukup besar khususnya dengan rumah sakit swasta di Klang, Penang dan Melaka," paparnya kepada Malay Mail. "Seberapa cepat? Kami tidak yakin tetapi saya melihat lonjakan dari Indonesia karena banyak yang hanya mengandalkan perawatan obat dan perlu datang untuk pemeriksaan mereka."


Sementara itu, lebih dari 11 ribu pelancong tercatat telah melintasi pos pemeriksaan Woodlands Singapura dan masuk ke Malaysia pada tujuh jam pertama pembukaan perbatasan. Menurut Otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan (ICA), antrean pejalan kaki dan kendaraan telah terbentuk di kedua pos pemeriksaan pada Kamis (31/3) malam ketika para pelancong menunggu pembukaan kembali jalan lintas pada tengah malam.

Untuk pertama kalinya dalam dua tahun, orang yang telah divaksinasi lengkap diizinkan melintasi perbatasan darat antara Singapura-Malaysia tanpa perlu menjalani karantina atau pengujian COVID-19. ICA menjalankan bahwa para pelancong yang berjalan kaki diatur sebelumnya sesuai dengan status imigrasi mereka, memungkinkan mereka untuk menyelesaikan imigrasi secara efisien.

"Petugas ICA di lapangan dapat menyesuaikan zona mobil dan sepeda motor secara fleksibel, berdasarkan permintaan waktu nyata," jelas pihak otoritas tersebut.

Karena sebagian besar pelancong telah menyiapkan dokumen mereka, proses izin imigrasi berjalan lancar dan tidak ada antrian pada jam 1 pagi. Pihak otoritas mengatakan akan terus melakukan penyesuaian yang diperlukan di sepanjang jalan untuk meningkatkan proses imigrasi untuk memastikan pengalaman yang lancar bagi para pelancong.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts