Robekan plastik dicampur dengan pasir dan dipanaskan dalam suhu yang ekstrem untuk menghasilkan lumpur yang dibentuk menjadi blok dengan ukuran yang berbeda.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 04 April 2022 - 13:03 WIB
WowKeren - Seorang investor asal Kenya memiliki ide tak biasa untuk mengolah limbah plastik. Nzambi Matee, meyakini jika plastik masih memiliki nilai ketika berbicara tentang tumpukan drum bekas minyak, ember cucian, kemasan yogurt, dan sampah lainnya yang diparut menjadi serpihan warna-warni di pabriknya di Nairobi.
Insinyur dan seorang penemu berusia 30 tahun itu telah membangun perusahaan rintisan untuk mendaur ulang berton-ton plastik yang akan dibuang ke tempat pembuangan akhir. "Saya percaya bahwa plastik adalah salah satu bahan yang disalahpahami," ujarnya.
Plastik-plastik itu dia olah menjadi batu bata ramah lingkungan yang lebih kuat, lebih murah, dan lebih ringan daripada beton. Hasil karya yang merupakan kreasi dan desainnya sendiri itu telah melapisi jalan dan trotoar di Nairobi, dan segera dapat juga berfungsi sebagai bahan bangunan alternatif untuk perumahan murah. Perusahaannya bernama Gjenge Makers yang setiap hari telah menghasilkan 1.500 batu bata yang terbuat dari plastik industri maupun rumah tangga.
"Di Nairobi, kami menghasilkan sekitar 500 metrik ton sampah plastik setiap hari, dan hanya sebagian kecil yang didaur ulang," kata Matee. "Dan itu membuat saya berpikir apa yang terjadi dengan plastik ini?"
Dia terkejut melihat betapa sedikit sampah yang digunakan kembali. Sebagian besar berakhir di tempat pembuangan sampah, sungai dan lautan, dan kurang dari 10 persen yang didaur ulang.
Robekan plastik dicampur dengan pasir dan dipanaskan dalam suhu yang ekstrem, menghasilkan lumpur yang dibentuk menjadi blok ukuran yang berbeda. Hasil akhirnya adalah batu bata yang dua hingga tujuh kali lebih kuat dari beton. Tak hanya itu, bata dari plastik juga jauh lebih ringan dan 15 persen lebih murah.
Plastik bersifat berserat, dan proses produksi yang unik mencegah terbentuknya kantong udara di dalam batu bata sehingga menghasilkan kekuatan tekan yang lebih besar daripada batu paving konvensional yang retak di bawah kekuatan berat atau paparan cuaca yang berkepanjangan. "Karena itu, ini tidak mudah pecah," kata Matee.
(wk/zodi)