CEO Dihujat Ramai-Ramai Gegara Selfie Berlinang Air Mata Usai PHK Karyawan
Unsplash/Hunters Race
Dunia

Dalam postingan di LinkedIn, CEO tersebut menyiratkan bawah sebenarnya dia tidak sampai hati memecat karyawan, sambil memperlihatkan dirinya yang sedang berlinang air mata.

WowKeren - Seorang pengusaha asal Amerika Serikat ramai dihujat oleh warganet setelah mengepost foto selfie yang memperlihatkan dirinya sedang menangis. Pengguna LinkedIn marah lantaran CEO tersebut memposting foto semacam itu setelah dia memecat karyawannya.

Adalah Braden Wallake, chief executive officer (CEO) perusahaan pemasaran digital Hypersocial, yang membuat posting LinkedIn emosional. Dia bermaksud untuk menunjukkan bahwa masih ada CEO di luar sana yang tidak berhati dingin.

Dalam postingan pada Selasa (9/8), dia mengatakan bahwa itu adalah hari paling rentan. Dia menyiratkan bawah sebenarnya dia tidak sampai hati memecat karyawan.

"Ini akan menjadi hal paling rentan yang pernah saya bagikan," tulis Wallake dalam postingannya yang disertai dengan foto dirinya yang sedang menangis. "Hari-hari seperti hari ini, saya berharap saya adalah pemilik bisnis yang hanya didorong oleh uang dan tidak peduli dengan siapa yang disakitinya sepanjang jalan."


Keputusan untuk memecat karyawan, disebutkan olehnya bahwa itu adalah keputusan bisnis buruk yang dia baut. Dia pun berharap mantan karyawannya tahu bahwa dia menyayangi mereka. Meski ada yang menyukai postingan Wallake, namun itu tak luput dari kritikan.

"Ini memang terlihat kurang berempati, memanjakan diri sendiri, dan sedikit tidak autentik," kata seorang pengguna, sementara yang lain menyindir, "Empati yang Anda tunjukkan sangat mengagumkan."

Selain itu, ada juga yang menganggap bahwa selfie Wallake semacam taktik manipulasi, dan membandingkannya dengan "orang tua yang kasar yang ingin anak-anak mereka mengasihani mereka atas pelecehan yang mereka lakukan."

Namun di lain sisi, ada juga pengguna yang simpatik dengan Wallake. Mereka memuji Wallake karena cukup berani untuk menunjukkan kerentanan. Warganet yang mendukungnya pun meminta agar Wallake tidak perlu menjadi korban cancel culture karena membuat suatu kesalahan.

Menanggapi komentar di posnya, Wallake mengatakan bahwa dia telah mengurangi gajinya sendiri hingga menjadi nol sebelum PHK. Menurut Bloomberg, perusahaan saat ini memiliki 15 karyawan setelah memecat dua dari mereka.

(wk/zodi)

You can share this post!

Artikel Terkait