Warga Korea Selatan Ramai Berburu Roti Pokemon, Seperti Apa?
Dunia

Perusahaan makanan Korea Selatan SPC Samlip mengatakan penjualan produk yang mencakup tujuh jenis kue kering, mendekati angka 10 juta setelah dirilis pada akhir Februari lalu.

WowKeren - Masyarakat Korea Selatan tengah ramai berburu produk yang disebut "roti Pokemon". Mereka bergegas ke toko serba ada untuk membeli produk makanan yang menyertakan stiker Pokemon di dalam kemasan.

Produk makanan itu laris manis digemari oleh para pembeli. Bahkan perusahaan makanan Korea Selatan SPC Samlip mengatakan pada Selasa (5/4) bahwa penjualan produk, yang mencakup tujuh jenis kue kering, mendekati angka 10 juta setelah dirilis pada akhir Februari lalu.

Sebagaimana diketahui, Pokemon adalah serangkaian video game yang dirilis pada akhir 1990-an. Video game ini juga telah diadaptasi menjadi serial animasi populer, film dan game spin-off Pokemon Go yang terkenal di dunia.

Kembali ke roti Pokemon, perusahaan menyebar satu set lengkap yang terdiri dari 159 stiker yang dikemas bersama roti tersebut. Banyak penggemar di Korea Selatan berlomba-lomba untuk mengumpulkan satu set lengkap. Hal ini disinyalir menjadi alasan mengapa angka penjualan roti ini begitu tinggi.


Namun, permintaan yang meningkat telah menimbulkan keluhan. Oleh sebab itu, pihak perusahaan telah berjuang untuk mengatasinya. Stiker tersebut diperdagangkan di pasar online bekas di Korea Selatan, di mana harga stiker langka melebihi Rp431.000. Sedangkan harga eceran roti Pokemon hanya sekitar 17 ribu rupiah.

"Ketika produk pastry baru tanpa stiker diluncurkan, penjualannya di minggu pertama sekitar 250.000," kata seorang pejabat SPC Samlip kepada UPI News Korea. "Sebaliknya, roti Pokemon terjual sekitar 1,5 juta seminggu."

Menambah antusiasme terhadap stiker itu, RM (Rap Monster), pemimpin boyband K-pop BTS (Bangtan Boys), juga mengatakan bahwa dirinya adalah penggemar setia stiker Pokemon. RM mengunggah foto tiga kue Pokemon ke Instagram-nya bulan lalu, mendesak SPC Samlip untuk menjual lebih banyak. Dia mencatat bahwa dia mengunjungi delapan toko serba ada untuk membeli produk.

"Roti Pokemon memenangkan hati dan pikiran konsumen di akhir 20-an dan awal 30-an," kata Profesor Universitas Inha Lee Eun-hee. "Karena mereka adalah penggemar berat Pokemon ketika diluncurkan 25 tahun yang lalu. Misalnya, RM yang berusia 27 tahun."

(wk/zodi)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait