Nepal, negara yang berbatasan dengan Tiongkok dan India, bulan ini telah memberlakukan pembatasan impor barang mewah untuk mengendalikan arus keluar modal.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 18 April 2022 - 16:57 WIB
WowKeren - Nepal tengah menghadapi masalah terkait cadangan devisa. Untuk itu, negara Asia Selatan tersebut meminta warganya yang tinggal di luar negeri untuk menyimpan dana di bank domestik.
Dorongan itu dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk memastikan agar sistem keuangan memiliki likuiditas yang cukup. Menteri Keuangan Janardan Sharma mengatakan bahwa langkah itu juga untuk melestarikan cadangan devisa negara.
Kendati demikian, dia membantah jika Nepal tengah mengalami krisis ekonomi meski mencatat lonjakan harga barang-barang sebagaimana disampaikannya kepada Reuters di hari Sabtu (16/4). Negara itu tengah berjuang memulihkan industri pariwisatanya setelah pandemi COVID-19, yang mana itu merupakan sumber pendapatan utama.
Penghasilan dari pariwisata turun tajam setelah dimulainya pandemi pada tahun 2020. Meski sektor ini perlahan meningkat, namun masih tetap jauh di bawah tingkat sebelum COVID-19.
Nepal, negara yang berbatasan dengan Tiongkok dan India, bulan ini telah memberlakukan pembatasan impor barang mewah untuk mengendalikan arus keluar modal. Selama periode Juli hingga pertengahan Maret tahun ini, cadangan devisa negara itu turun lebih dari 18 persen menjadi 9,6 miliar dolar AS pada. Yang mana itu hanya cukup untuk sekitar enam bulan impor.
Sharma mendorong orang-orang dengan mengatakan jika mendepositokan tabungan mereka di Nepal, warga Nepal di luar negeri akan terus mempertahankan hubungan mereka serta mendapatkan keuntungan dari bunga enam hingga tujuh persen yang ditawarkan oleh bank Nepal. Sementara itu, negara tetangganya, Sri Lanka, telah mengalami gejolak karena krisis ekonomi yang terjadi.
Namun, Sharma menegaskan jika situasi Nepal sama sekali tidak bisa disejajarkan dengan Sri Lanka. Nepal tidak menghadapi krisis seperti Sri Lanka, yang tengah menghadapi krisis terburuk selama beberapa dekade terakhir dengan protes anti-pemerintah masih terus merajalela.
Sharma melanjutkan jika 100.000 warga Nepal yang tinggal di luar negeri masing-masing mendepositokan 10.000 dolar AS di bank Nepal, itu bisa sangat membantu untuk mengatasi kendala likuiditas saat ini. Di Nepal, pengiriman uang oleh pekerja luar negeri, turun tiga persen menjadi 5,3 miliar dolar antara pertengahan Juli hingga pertengahan Maret.
(wk/zodi)