Ditemukan Virus Dalam Jantung Babi yang Digunakan Untuk Transplantasi Manusia Pertama Kali
Dunia

Adapun transplantasi organ hewan ke manusia untuk pertama kalinya itu dilakukan kepada pasien di Amerika Serikat. Namun kini pasien tersebut telah meninggal dua bulan setelah melakukan operasi.

WowKeren - Pada bulan Januari lalu, para dokter di Maryland telah mencetak sejarah baru dengan melakukan transplantasi pada hati babi yang dimodifikasi secara genetik ke pasien manusia. Akan tetapi, manusia pertama yang menerima transplantasi jantung babi di Amerika Serikat (AS) itu telah meninggal dunia.

Adapun orang AS pertama yang menerima transplantasi jantung babi itu meninggal dua bulan setelah melakukan operasi. Para peneliti diketahui mencoba mempelajari apa yang membuat orang pertama yang menerima transplantasi jantung dari babi meninggal.

Setelah dipelajari lebih lanjut, para peneliti menemukan organ itu menyimpan virus hewan, tetapi belum dapat mengatakan apakah organ itu berperan dalam kematian pria penerima transplantasi jantung babi tersebut.

Para dokter Universitas Maryland mengatakan pada hari Kamis (5/5), bahwa mereka menemukan kejutan yang tidak diinginkan yakni menemukan DNA virus di dalam hati babi. Akan tetapi mereka tidak menemukan tanda-tanda bahwa bug ini, yang disebut porcine cytomegalovirus, menyebabkan infeksi aktif.

Akan tetapi, temuan itu memicu kekhawatiran utama tentang transplantasi dari hewan ke manusia adalah risiko bahwa hal itu dapat memperkenalkan jenis infeksi baru kepada manusia.


"Karena beberapa virus bersifat 'laten', artinya mereka mengintai tanpa menyebabkan penyakit, itu bisa menjadi pejalan kaki," ujar Dr. Bartley Griffith selaku ahli bedah yang melakukan transplantasi jantung babi ke manusia kepada The Associated Press, dilansir Jumat (6/5).

Meski demikian, Dr. Muhammad Mohiuddin selaku Direktur Ilmiah Program Xenotransplantasi Universitas Maryland mengatakan bahwa saat ini pengembangan sedang dilakukan untuk pengujian yang lebih canggih guna memastikan bahwa pihaknya tidak akan melewatkan jenis virus tersebut.

Sementara terkait dengan temuan virus tersebut, pertama kali dilaporkan oleh MIT Technology Review, mengutip presentasi ilmiah yang diberikan Griffith kepada American Society of Transplantation pada bulan lalu.

Di samping itu, selama beberapa dekade, dokter telah mencoba menggunakan organ hewan untuk menyelamatkan nyawa manusia, namun belum ada hasil. Kemudian, terdapat pasien bernama David Bennett Sr (57),yang sedang sekarat dan tidak memenuhi syarat untuk transplantasi jantung manusia.

Alhasil, Bennett lah menjadi orang pertama di AS yang melakukan transplantasi organ hewan ke manusia. Adapun operasi tersebut menggunakan jantung dari babi yang dimodifikasi secara genetik untuk menurunkan risiko bahwa sistem kekebalannya akan dengan cepat menolak organ asing tersebut.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait