Taliban Perintahkan Wanita Afghanistan Tutup Wajah di Luar Rumah, Ayah Pelanggar Bisa Dipenjara
Unsplash/Wanman uthmaniyyah
Dunia

Juru Bicara Kementerian Penyebaran Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan mengatakan bahwa ayah atau kerabat pria terdekat dari wanita yang tidak menutupi wajahnya saat berada di luar rumah akan dikunjungi dan dipenjara.

WowKeren - Taliban memutuskan bahwa wanita Afghanistan harus menutupi wajah mereka saat berada di luar rumah. Keputusan ini diumumkan dalam konferensi pers di Kabul pada Sabtu (7/5) hari ini.

Juru Bicara Kementerian Penyebaran Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan mengatakan bahwa ayah atau kerabat pria terdekat dari wanita yang tidak menutupi wajahnya saat berada di luar rumah akan dikunjungi dan dipenjara atau dipecat dari pekerjaan pemerintah. Pihak Taliban juga menyatakan bahwa penutup wajah yang ideal adalah burqa biru yang menutup semua bagian tubuh.

"Mereka harus mengenakan chadori (burqa dari kepala hingga ujung kaki) karena itu tradisional dan penuh hormat," demikian kutipan dekrit kepala Taliban Haibatullah Akhunzada yang dibacakan jubir tersebut.

Sebagai informasi, kebanyakan wanita di Afghanistan memang telah mengenakan jilbab. Namun banyak wanita di daerah perkotaan seperti Kabul yang tidak menutupi wajah mereka.


Sementara itu, Taliban menyatakan mereka telah berubah dibanding masa kekuasaan mereka pada periode 1996 hingga 2001 lalu. Namun selama beberapa bulan terakhir, para pemimpin Taliban telah mengumumkan banyak pembatasan baru meski mereka menuai kritik dari dunia internasional.

Pada bulan Desember 2021 misalnya, Taliban memberlakukan pembatasan untuk wanita yang hendak bepergian lebih dari 72 kilometer tanpa kerabat dekat laki-laki. Pembatasan ini semakin diperluas untuk mencakup bepergian ke luar negeri, dan beberapa pelancong wanita dilaporkan dihentikan dari naik pesawat.

Larangan serupa juga diberlakukan di beberapa pusat kesehatan di seluruh negeri. Sehingga wanita tidak bisa mengakses layanan kesehatan tanpa mahram mereka.

Lalu pada bulan Maret 2022, Taliban menutup sekolah menengah perempuan yang seharusnya mereka buka kembali. Keputusan itu menuai kemarahan komunitas internasional dan membuat Amerika Serikat membatalkan pertemuan yang direncanakan untuk meredakan krisis keuangan Afgahnistan.

Sejak Taliban mengambil alih pemerintah Afghanistan pada bulan Agustus 2021 lalu, AS dan negara-negara lain telah memotong bantuan pembangunan dan memberlakukan sanksi ketat pada sistem perbankan. Hal ini mendorong Afghanistan menuju kehancuran ekonomi.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait