Deddy Corbuzier menuai banyak kecaman usai mengundang pasangan gay, Ragil Mahardika dan Frederik Vollert. Lantas kini ustaz Felix Siauw ikut buka suara untuk menanggapi konten tersebut.
- Lailatul Maghfiroh
- Senin, 09 Mei 2022 - 11:43 WIB
WowKeren - Podcast Deddy Corbuzier bersama Ragil Mahardika ramai dibahas dan menuai beragam komentar dari banyak kalangan. Dalam podcast, Deddy mengupas tuntas segala hal terkait gay, termasuk kehidupan Ragil dan Frederik Vollert selaku pasangan gay.
Lantas kini ustaz Felix Siauw juga tampak ikut buka suara untuk menanggapi podcast tersebut. Melalui unggahannya di Instagram, ia membagikan tangkapan layar video kolaborasi Deddy bersama Ragil.
Rupanya ia berniat memberikan kritik lewat unggahannya tesrebut. "Karena udah terang-terangan, bahkan dengan judul yang sangat provokatif dan bangga dengah kemaksiatan, ngingetinnya juga mesti terang-terangan," tulis ustaz Felix mengawali ulasannya pada postingannya di Instagram.
Menurut Felix, judul yang ditulis Deddy untuk mengundang penonton menyaksikan podcastnya dinilai cukup negatif. Judul tersebut seakan mengajak masyarakat untuk menganggap wajar tindakan yang melenceng dari ajaran agama.
"Yang bilang, "Udah nonton belum sampai habis?", jawabannya, belum dan nggak perlu. Sebab dari judul dan yang diundang aja udah jadi kampanye negatif dan jauh dari tuntunan agama, minimal membuat orang merasa wajar dengan keburukan dan dosa," imbuhnya.
Sang ustaz menyebut bahwa ia tak bermaksud menyalahkan pelaku gay. Hanya saja ia menyayangkan tindakan menyebar luaskannya konten tersebut apalagi jika menganggap itu hal wajar.
"Di zaman kemaksiatan dianggap wajar, dianggap open minded, dianggap toleran, dianggap modern, harus ada yang tetap berpijak pada prinsip yang benar dan baik," jelasnya. "Support kebaikan, meski hanya menyebarkannya, atau dengan meninggalkan, nggak usah nonton konten-konten buruk, referensi-referensi negatif."
Mengakhiri ulasannya, Felix juga menyampaikan pendapat bagaimana orang cerdas seharusnya lebih mengutamakan kepentingan akhirat ketimbang dunia. "Smart itu cerdas, cerdas itu memikirkan akhirat dengan manfaatin dunia, bukan jual akhirat untuk kepentingan dunia," pungkasnya.
(wk/lail)