Indonesia Deteksi 15 Kasus Suspek Hepatitis Akut Misterius, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya!
Health
Kasus Hepatitis Misterius

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengungkapkan bahwa 11 kasus suspek Hepatitis Akut kini masih dalam pemeriksaan laboratorium untuk memastikan jenis hepatitisnya.

WowKeren - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadiki mengungkapkan bahwa Indonesia telah mendeteksi 15 kasus diduga infeksi Hepatitis Akut misterius. Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengungkapkan bahwa baru ada empat klasifikasi pending yakni tiga orang anak di DKI Jakarta dan satu di Tulungagung, Jawa Timur. Keempat pasien tersebut telah meninggal dunia.

"Sisanya 11 kasus masih dalam pemeriksaan laboratorium untuk memastikan jenis hepatitisnya," ungkap Nadia kepada detikcom.

Lantas apa saja gejala penyakit misterius tersebut? Melansir situs resmi Pan American Health Organization alias PAHO, Hepatitis Akut memiliki gejala yang berbeda-beda.

Di antaranya adalah gastrointestinal, seperti diare atau muntah, hingga demam dan nyeri otot. Tetapi yang paling khas adalah gejala jaundice, di mana kulit dan bagian putih mata berubah warna menjadi kuning.

Orangtua harus waspada terhadap gejala hepatitis pada anak yang lebih kecil. Jika khawatir atau melihat gejala-gejala tersebut pada anak, orangtua disarankan untuk langsung mengontak tenaga kesehatan profesional. Perawatan yang ada saat ini ditujukan untuk meringankan gejala, dan untuk mengelola dan menstabilkan pasien jika kasusnya parah.


Sementara itu, ada sejumlah hal yang bisa dilakukan orangtua untuk melindungi dan mencegah anak dari paparan penyakit tersebut. Di antaranya adalah menerapkan langkah-langkah yang biasa dilakukan untuk melindungi diri dari virus umum seperti mencuci tangan.

Selain itu, orangtua juga dapat mendorong kebersihan pernapasan yang baik dengan menutupi mulut saat batuk dan bersin. Hal tersebut dinilai dapat membantu mencegah penularan adenovirus.

Sebagai informasi, adenovirus biasanya menyebar melalui kontak dekat, droplet pernapasan, dan kontak dengan permukaan yang terkontaminasi. Ada lebih dari 50 jenis adenovirus, yang paling sering menyebabkan pilek tetapi juga banyak penyakit lainnya.

Di sisi lain, dokter spesialis anak konsultan Gastro Hepatologi RSCM FK UI, dr. Hanifah Oswari, mengungkapkan bahwa dugaan awal, penyakit Hepatitis Akut pada anak disebabkan oleh adenovirus, SARS CoV-2, virus ABV dll. Virus tersebut utamanya menyerang saluran cerna dan saluran pernapasan.

Untuk mencegah risiko infeksi, orangtua disarankan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Untuk mencegah penularan melalui saluran pernapasan, protokol kesehatan COVID-19 seperti memakai masker dan menjaga jarak juga bisa diterapkan.

"Untuk mencegah dari saluran pencernaan, jagalah kebersihan dengan cara mencuci tangan dengan sabun, memastikan makanan atau minuman yang dikonsumsi itu matang, tidak menggunakan alat-alat makan bersama dengan orang lain serta menghindari kontak anak-anak kita dari orang yang sakit agar anak-anak kita tetap sehat," jelas Prof Hanifah dalam keterangan persnya.

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts