IKN Nusantara Digadang-gadang Jadi Daerah Pintar Berjuluk 'Kota 10 Menit'
Instagram
Nasional
Ibu Kota Baru Indonesia

IKN Nusantara bakal dibangun dengan konsep kota pintar dengan teknologi maju. IKN Nusantara pun mendapat julukan sebagai 'Kota 10 Menit' terkait konsep tersebut.

WowKeren - IKN Nusantara bakal dibangun dengan konsep kota hutan dan kota pintar. IKN Nusantara pun dijuluki sebagai "Kota 10 Menit" terkait konsep tersebut.

Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Rudy Soeprihadi Prawiradinata menjelaskan arti dari julukan itu. Ia mengatakan julukan itu disematkan karena berbagai fasilitas di IKN yang bakal saling terkoneksi dan bisa diakses dengan cepat.

“Jadi yang dibilang 10 menit ini artinya semua orang bisa mengakses layanan atau area publik dalam waktu 10 menit. Dalam satu area akan memiliki semua fasilitas," jelas Rudy dalam konferensi virtual tentang IKN yang digelar Bahana Sekuritas pada Selasa (10/5).

Aksesibilitas jadi salah satu prinsip desain IKN yang akan diprioritaskan dalam pembangunan hingga 2045 mendatang. Nantinya, 80 persen dari semua titik mobilisasi di IKN akan terpenuhi melalui transportasi umum. "10 menit untuk ke fasilitas publik dan mode transportasi umum,” kata Rudy.

Selain itu, waktu tempuh dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) menuju bandara strategis atau sebaliknya hanya membutuhkan waktu 50 menit. Target tersebut diklaim akan tercapai pada 2030 mendatang.


Rudy mengatakan selain aksesibilitas, ada prinsip lain yang akan dipenuhi dalam pembangunan IKN. Kota ini, kata dia, nantinya memadukan kota berkelanjutan dengan teknologi tinggi yang selaras dengan alam.

“Area 256 ribu hektare saat ini hanya 40 persen hutan asli. Nantinya kami akan menghutankan kembali 75 persen area ini dan 60 persennya akan menjadi area hutan lindung,” katanya.

IKN nantinya juga akan didukung dengan sejumlah fasilitas kota yang ramah lingkungan, seperti transportasi nol emisi serta pengelolaan limbah air dan solid yang akan meminimalisasi penggunaan sampah plastik. Pada 2035, dia menargetkan 100 persen air limbah bisa diolah ke sistem pengolahan air.

"Kami juga merancang kota dengan air siap minum sehingga mengurangi penggunaan sampah plastik,” pungkasnya.

Sebagai kota pintar, IKN akan didukung dengan jaringan Internet tingkat tinggi, seperti 5G. Jika semua itu terealisasi, IKN bisa mencapai peringkat atas dalam E-Goverment Development Index (EDGI) dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

(wk/amel)


You can share this post!


Related Posts