Kata Kemenkes Soal Desakan Evaluasi Pembukaan Kantin Saat PTM Di Tengah Kasus Hepatitis Misterius
http://p2p.kemkes.go.id/
Nasional
Kasus Hepatitis Misterius

Adapun desakan untuk mengevaluasi pembukaan kantin di sekolah saat PTM dimulai itu datang dari KPAI. Atas hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) lantas buka suara.

WowKeren - Kasus hepatitis akut misterius belakangan ini tengah menjadi sorotan. Pasalnya, sudah ada anak-anak yang meninggal diduga terpapar penyakit tersebut.

Di samping itu, munculnya kasus hepatitis misterius itu memicu kekhawatiran sejumlah pihak, terlebih saat ini juga telah diselenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM). Selain itu, kantin pun saat ini sudah diizinkan untuk kembali beroperasi bersamaan dengan pelaksanaan PTM.

Namun Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) diketahui meminta pemerintah untuk mengevaluasi kebijakan pembukaan kantin sekolah saat PTM dimulai akibat adanya hepatitis misterius. Terkait hal ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun buka suara.

Siti Nadia Tarmizi selaku Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes menuturkan bahwa kasus hepatitis misterius itu tidak sebanyak kasus COVID-19. "Dan situasi hepatitis adalah kewaspadaan," ujar Nadia, dilihat dari detikcom, Jumat (13/5).

Lebih lanjut, Nadia menilai bahwa yang terpenting adalah mengetahui pengelolaan makanan yang baik dan kebersihan kantin. Dengan begitu, menurutnya, tidak masalah dengan pembukaan kantin bersamaan dengan berlangsungnya PTM.


"Yang penting pengetahuan selama ini tentang pengelolaan makanan yang baik, kebersihan kantin sekolah di jalankan maka tidak ada masalah dengan dibukanya kantin," terang Nadia.

Nadia kemudian mengatakan bahwa kualitas kantin sehat dan bersih perlu ditekankan. Selain itu, juga tidak ada masalah dengan kegiatan PTM yang akan dilakukan.

Sebagaimana diketahui, KPAI sebelumnya meminta pemerintah untuk mengevaluasi kebijakan pembukaan kantin sekolah saat PTM dimulai setelah libur Lebaran 2022. Pihak KPAI menilai bahwa evaluasi pembukaan kantin perlu dilakukan guna mencegah hepatitis misterius.

"Surat Edaran Sesjen Kemendikbud-Ristek terkait penyelenggaraan PTM, di antaranya sudah boleh membuka kantin di sekolah dengan batasan pengunjung 75 persen. Hal ini penting dievaluasi kembali karena penularan hepatitis akut melalui saluran pencernaan dan saluran pernapasan," ujar Komisioner KPAI Retno Listyarti kepada wartawan, Kamis (12/5) kemarin.

Retno lantas berharap agar orangtua bisa membawakan bekal bagi anaknya masing-masing saat ke sekolah. Kemudian KPAI juga meminta pemerintah mengkaji PTM 100 persen di tengah munculnya hepatitis misterius.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts