PM Selandia Baru Jacinda Ardern Dinyatakan Positif COVID-19 Di Tengah Rencana Pembukaan Pembatasan
AFP/Marty Melville
Dunia
Pandemi Virus Corona

Beberapa hari setelah mengumumkan rencana pembukaan perbatasan sepenuhnya untuk pertama kali sejak pandemi, PM Selandia Baru Jacinda Ardern dinyatakan positif COVID-19.

WowKeren - Pandemi COVID-19 hingga saat ini masih melanda dunia. Meski demikian, banyak negara yang diketahui telah mengalami penurunan kasus COVID-19, seperti Selandia Baru.

Sebelumnya, Perdana Menteri (PM) Selandia Baru Jacinda Ardern mengumumkan akan sepenuhnya membuka kembali perbatasan dua bulan lebih awal dari rencana semula. Akan tetapi di tengah rencana pembukaan perbatasan secara penuh, Ardern dinyatakan positif COVID-19.

Ardern dinyatakan positif setelah melakukan tes COVID-19. Ia pun harus diisolasi selama seminggu lagi dalam apa yang disebutnya "pengalaman yang sangat Kiwi". Beberapa setelah mengumumkan rencana pembukaan penuh pembatasan Selandia Baru, Ardern diketahui mengalami gejala pada Jumat (13/5) malam.

Pada saat itu, hasil tes Ardern dinyatakan positif COVID-19. Kemudian pada Sabtu (14/5) pagi, ia kembali melakukan tes antigen, dan hasilnya pun sama menunjukkan positif. Hal ini berdasarkan dari pernyataan kantornya. Meski demikian, gejala yang dirasakan Ardern termasuk sedang.



Seminggu sebelum Ardern dinyatakan positif COVID-19, pasangannya, Clarke Gayford diketahui dinyatakan positif dan telah dikarantina sejak saat itu. Ardern pun harus mengisolasi diri hingga pekan depan pada 21 Mei 2022, dan dipastikan tidak akan berada di parlemen pada minggu mendatang.

Pada pekan depan, diketahui pemerintahnya memiliki dua peristiwa yang menentukan dalam rencana pengurangan emisi pada Senin (16/5) dan anggaran pada Kamis (19/5). Sementara itu, Ardern akan melakukan beberapa tugasnya dari jarak jauh.

Kendati demikian, wakilnya, Grant Robertson akan mengikuti konferensi pers pasca kabinet reguler pada Senin (16/5) nanti. "Ini adalah minggu tonggak sejarah bagi pemerintah dan saya sedih tidak bisa berada di sana untuk itu," ujar Ardern dalam keterangannya, dilansir pada Sabtu (14/5).

"Rencana pengurangan emisi kami menetapkan jalan untuk mencapai tujuan nol karbon, kami dan anggaran membahas masa depan jangka panjang dan keamanan sistem kesehatan Selandia Baru," jelas Ardern.

"Tetapi seperti yang saya katakan di awal minggu, mengisolasi diri dengan COVID-19 adalah pengalaman yang sangat 'Kiwi' tahun ini dan keluarga saya tidak berbeda," tutup Ardern.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts