Imbas Penembakan Massal Buffalo: Satu-satunya Supermarket Ditutup, Warga Kehilangan Tempat Belanja
AP
Dunia

Penembakan di Buffalo, AS, itu dilaporkan dilakukan seorang remaja berusia 18 tahun. Akibatnya, supermarket yang menjadi lokasi penembakan harus ditutup sementara waktu.

WowKeren - Beberapa waktu lalu, seorang remaja bernama Payton Gendron berusia 18 tahun dengan pakaian bergaya militer dilaporkan melayangkan tembakan dengan senapan di sebuah supermarket di Buffalo, New York. Akibat tragedi penembakan ini, setidaknya ada 10 orang yang tewas.

Adapun penembakan tersebut diduga didasari oleh kebencian dan ekstremisme kekerasan bermotif rasis. Sementara itu, supermarket yang menjadi peristiwa penembakan massal tersebut merupakan satu-satunya tempat berbelanja bagi warga setempat.

Selain itu, supermarket itu disebut tidak hanya sekadar tempat untuk membeli bahan makanan. Mengingat satu-satunya supermarket bermil-mil, itu menjadi semacam pusat komunitas di Buffalo's East Side, di mana menjadi tempat mengobrol dengan tetangga dan mengetahui kehidupan orang-orang.

"Di situlah kami pergi untuk membeli roti dan tinggal selama 15, 20 menit karena ... Anda akan menemukan empat atau lima orang yang Anda kenal dan melakukan beberapa percakapan sebelum Anda pergi," ujar anggota Dewan Kota Buffalo Ulysees O. Wingo, yang juga mewakili lingkungan Black yang sedang berjuang, dikutip pada Rabu (18/5).



"Anda hanya akan merasa baik karena ini adalah toko Anda," lanjutnya. Akan tetapi kini penduduk berduka atas kematian 10 orang yang tewas dalam insiden penembakan tersebut.

Selain itu, mereka disebut juga tengah bergulat dengan menjadi sasaran di tempat yang sangat vital bagi masyarakat. Sebelum supermarket Tops dibuka di East Side pada tahun 2003, penduduk harus melakukan perjalanan ke komunitas lain untuk membeli makanan bergizi atau puas dengan makanan ringan dan bahan pokok, namun dengan harga lebih tinggi seperti susu dan telur dari toko pojok dan pompa bensin.

"Fakta bahwa tidak ada pilihan lain mengungkapkan kesenjangan rasial dan ekonomi yang ada di Buffalo jauh sebelum penembakan," terang penduduk dilansir dari The Associated Press, Rabu (18/5).

Sementara itu penduduk lainnya yang diketahui merupakan pensiunan pendidik Buffalo, Theresa Harris-Tigg, mengatakan bahwa Tops yang merupakan satu-satunya supermarket di lingkungannya tidak masuk akal. Ia disebut sangat terpukul dengan insiden penembakan tersebut, terlebih Theresa mengenal dua di antara korban meninggal.

Tops sendiri untuk saat ini ditutup selama penyelidikan berlangsung, komunitas bekerja untuk memastikan penduduk tidak pergi tanpanya. Alhasil, sebuah bank makanan darurat didirikan tidak jaug dari supermarket.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts