Kebijakan Pelonggaran Masker Diprediksi Bisa Menguatkan Kurs Rupiah
Pxhere
Nasional
Menuju Endemi COVID-19

Pengumuman terkait pelonggaran masker itu disampaikan Presiden Jokowi dalam konferensi pers secara virtual pada Selasa (17/5) kemarin. Hal ini diprediksikan bisa menguatkan nilai rupiah.

WowKeren - Presiden Joko Widodo sebelumnya telah mengumumkan pelonggaran masker, di mana masyarakat dibolehkan tidak menggunakannya di ruang terbuka. Aturan ini sendiri mulai berlaku pada Rabu (18/5) hari ini.

Terkait dengan aturan pelonggaran masker tersebut, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank pada hari ini, diproyeksikan menguat. Selain dikarenakan adanya dukungan atas aturan pelonggaran masker, prediksi tersebut juga didukung surplus neraca perdagangan.

Sebagai informasi, rupiah pada pagi ini diketahui bergerak melemah tiga poin atau 0,02 persen ke posisi Rp14.648 per USD, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya, Rp14.645 per USD.

Sementara itu, analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Revandra Aritama mengatakan bahwa rupiah berpeluang menguat seiring Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat nilai ekspor Indonesia mengalami kenaikan ditopang oleh kenaikan harga batu bara.



"Secara neraca perdagangan, Indonesia juga mengalami surplus USD7,56 miliar, tertinggi sepanjang sejarah," ujar Revandra dilihat dari Antara, Rabu (18/5). "Laporan ini memberikan sentimen positif untuk rupiah."

Lebih lanjut, Revandra mengatakan bahwa BPS mencatat neraca perdagangan Indonesia mencetak surplus USD7,56 miliar pada April 2022, yang sekaligus menjadi surplus RI ke-24 kali berturut-turut.

Mengutip pernyataan dari Kepala BPS Margo Yuwono, Revandra menuturkan bahwa komoditas non migas penyumbang surplus terbesar berasal dari lemak dan minyak hewan atau nabati, kemudian bahan bakar mineral. Dengan begitu, secara kumulatif, neraca perdagangan RI pada Januari-April 2022, mengalamu surplus USD16,89 miliar.

"Selain itu, kemarin Presiden juga mengumumkan pelonggaran penggunaan masker, ini juga bisa menjadi faktor pendorong bagi ekonomi lokal, mengingat kebijakan ini memberikan sinyal Indonesia mulai keluar fase pandemi menuju endemi," jelas Revandra.

Revandra pun memprediksikan bahwa rupiah pada Rabu (18/5) hari ini, berpotensi bergerak ke kisaran Rp14.600 per USD hingga Rp14.700 per USD. Dengan kondisi COVID-19 di Indonesia yang semakin membaik, tentu saja diharapkan bisa juga membangkitkan perekonomian nasional.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts