Terlibat Skandal Bully, Reaksi Orangtua Soal Debut Kim Garam LE SSERAFIM Disorot
Naver
Selebriti
Dugaan Bullying Kim Garam LE SSERAFIM

Respons keluarga Kim Garam terkait debutnya menuai sorotan karena orangtua sang idol terungkap juga sempat mendapatkan imbas dari perilaku bully sang putri di sekolah.

WowKeren - Kim Garam masih terus menuai sorotan publik karena terlibat skandal bully. Babak baru dalam kasus ini adalah ketika kuasa hukum terduga korban mengungkap bahwa member LE SSERAFIM itu adalah pelaku yang telah membully kliennya.

Skandal bully Kim Garam ini membuat beberapa wawancara sang idol menuai sorotan. Salah satunya adalah ketika cewek kelahiran tahun 2005 itu mengungkap reaksi orangtua melihat dirinya akhirnya bisa debut sebagai idol.

"Hal pertama yang kulakukan adalah menghubungi orang tuaku. Mereka bilang sangat senang dan bangga padaku. Mereka mengatakan kepadaku, 'Aku tidak percaya! Kamu berhasil!' Kupikir adik laki-lakiku juga mengerti apa yang kulakukan," ujar Kim Garam.

Kim Garam mengungkap lebih detail terkait dukungan sang adik. "Dia sangat bersemangat ketika dia mendengarku akan muncul di TV dan mengatakan dia akan melindungiku setiap kali aku mengalami masa-masa sulit," imbuh Kim Garam.



Respons keluarga Kim Garam ini menuai sorotan karena orangtua sang idol terungkap juga sempat mendapatkan imbas dari perilaku bully sang putri di sekolah. Hal itu diungkapkan oleh kuasa hukum terduga korban belum lama ini.

Menurut kuasa hukum, ketika Kim Garam dihukum oleh Komite Penanggulangan Kekerasan Sekolah atas perilakunya pada tahun 2018, orangtuanya juga menerima 5 jam pendidikan khusus untuk orangtua yang anaknya menjadi pelaku kekerasan.

Sementara itu, agensi masih mempertahankan pendiriannya atas kontroversi seputar Kim Garam. Dalam pernyataan terbaru pada Kamis (19/5), agensi menulis, "Kontroversi dimulai dengan penyebaran informasi palsu tentang seorang member yang akan melakukan debutnya."

"Menilai bahwa tindakan menyebarkan informasi palsu ini berbahaya, agensi segera memulai tindakan hukum, dan kami masih melanjutkan prosedur. Meskipun Kim Garam adalah target serangan jahat di balik anonimitas online, alasan mengapa kami tidak secara aktif menjelaskan secara rinci adalah karena banyak dari mereka yang terlibat dalam apa yang terjadi adalah di tahun pertama sekolah menengah, dan mereka masih di bawah umur. Kami ingin mendekatinya dengan hati-hati," pungkas agensi.

(wk/amal)


You can share this post!


Related Posts