Kelompok fundamentalis percaya bahwa situs-situs tersebut dibangun di atas kuil-kuil Hindu, yang mereka anggap sebagai representasi dari agama sejati India.
- Zodiak Yanuarita
- Sabtu, 21 Mei 2022 - 09:21 WIB
WowKeren - Konflik yang melibatkan agama masih marak terjadi di India. Setelah tiga dekade berlalu sejak massa menghancurkan sebuah masjid bersejarah di Ayodhya yang memicu gelombang pertumpahan darah sektarian yang menewaskan ribuan orang, kini ketakutan serupa terjadi.
Penghancuran gedung berusia 450 tahun itu yang terjadi pada 1992 memicu kerusuhan agama yang menewaskan lebih dari 2.000 orang. Sekarang, kelompok fundamentalis Hindu India mengincar situs Muslim lainnya, bahkan tak terkecuali ikon pariwisata India Taj mahal, yang juga merupakan salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia.
Didorong oleh Modi, dibantu oleh pengadilan dan didorong oleh media sosial, kelompok pinggiran percaya bahwa situs-situs tersebut dibangun di atas kuil-kuil Hindu, yang mereka anggap sebagai representasi dari agama sejati India.
Kekhawatiran yang terjadi di tengah masyarakat saat ini adalah bahwa tempat ibadah Islam akan bernasib sama seperti masjid Ayodhya, yang diyakini kelompok Hindu dibangun di tempat kelahiran Ram, dewa lain. Beberapa kelompok bahkan telah mengarahkan pandangan mereka ke situs warisan dunia UNESCO, Taj Mahal.
Meskipun tidak ada bukti yang kredibel, mereka percaya bahwa makam abad ke-17 itu dibangun oleh kaisar Mughal Shah Jahan di situs kuil Siwa. Sanjay Jat, juru bicara organisasi garis keras Hindu Mahasabha, mengatakan kepada AFP, "Itu dihancurkan oleh penjajah Mughal sehingga sebuah masjid dapat dibangun di sana."
Sebuah petisi pengadilan diajukan bulan ini oleh seorang anggota partai Perdana Menteri Narendra Modi. Dia mencoba memaksa badan arkeologi India, ASI, untuk membuka 20 kamar di dalam Taj Mahal yang diyakini berisi berhala-berhala Hindu.
Menanggapi ini, ASI menegaskan bahwa tidak ada berhala seperti yang dikatakan sehingga petisi itu dimentahkan dengan cepat. Namun Jat tidak puas. Bahkan jika perlu, mereka akan menghancurkan monumen paling terkenal di India yang menarik jutaan pengunjung setiap tahun tersebut.
"Saya akan terus berjuang untuk ini sampai kematian saya," kata Jat. "Kami menghormati pengadilan tetapi jika diperlukan kami akan menghancurkan Taj dan membuktikan keberadaan sebuah kuil di sana."
(wk/zodi)