Anies Baswedan Curhat Soal Rencana Formula E di Monas, Setneg Tegaskan Tak Pernah Larang
Unsplash/Fabrizio Russo
Nasional
Formula E 2022

Menurut Anies Baswedan, Monas dipertimbangkan menjadi venue Formula E untuk mengenalkan ikon Jakarta ke masyarakat dunia mengingat acara tersebut akan disiarkan di 170 negara.

WowKeren - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sempat curhat soal pemilihan lokasi venue ajang balap mobil listrik Formula E. Sedianya, Formula E Jakarta hendak digelar di kawasan Monas, Jakarta Pusat, namun akhirnya digeser ke Ancol, Jakarta Utara.

Dalam acara PKS DKI beberapa hari lalu, Anies menyinggung soal rencana awal Formula E Jakarta digelar di Monas. Menurutnya, Monas dipertimbangkan menjadi venue Formula E untuk mengenalkan ikon Jakarta ke masyarakat dunia mengingat acara tersebut akan disiarkan di 170 negara.

"Ini disiarkan langsung lebih dari 170 negara, menyiarkan langsung pertandingan itu. Kami ingin kita punya ikon yang dunia tahu, kenapa ingin di Monas? Supaya wajah Monas itu, gambar Monas itu nanti menjadi ikon dunia," tutur Anies dalam video yang diunggah oleh relawannya di media sosial.

Namun Anies menyebut keinginan tersebut tak bisa direalisasikan karena Formula E tidak boleh digelar di Monas. Akhirnya venue Formula E dipindah ke Ancol.

"Itu cita-citanya. Eh, enggak boleh Bapak-Ibu. Ya, sudah, jadi pindah ke mana? Pindah ke Ancol," tuturnya.


Meski begitu, Anies menilai hal ini membawa berkah tersendiri. Karena usai dipindah ke Ancol, Sirkuit Formula E Jakarta memiliki latar Jakarta International Stadium (JIS).

"Subhanallah, apa yang terjadinya? Gambarnya latar belakangnya Jakarta International Stadium (JIS)," katanya. "Jadi nanti kalau pertandingan background-nya JIS. Bukan kita yang menyiapkan. Digusur, digusur, digusur ya akhirnya kita di sini."

Kekinian, Kementerian Sekretariat Negara (Setneg) membantah pernyataan Anies soal larangan menggelar Formula E di Monas. Menurut Staf Khusus Mensesneg, Faldo Maldini, pihaknya hanya menggeser lokasi balapan ke jalan di sekitar Monas.

"Sudah ada alternatif waktu itu kawasan Medan Merdeka masih tetap dapat digunakan, yang meliputi Jalan Merdeka Timur, Selatan, Barat, sampai dengan putaran balik depan RRI. Monasnya tetap kelihatan, kok. Tidak ada larangan," jelas Faldo dalam keterangan tertulis, Selasa (31/5).

Lebih lanjut, Faldo menjelaskan bahwa balapan tidak dapat dilakukan di area dalam Monas karena berisiko. Ia mengatakan bahwa getara selama balapan dikhawatirkan bisa merusak cagar budaya di sekitar Monas.

Faldo pun menegaskan bahwa tidak ada larangan menggelar Formula E di Monas seperti yang disampaikan oleh Anies. "Agak kurang tepat dibilang digusur, tapi digeser," tukasnya.

(wk/Bert)


You can share this post!

Related Posts