Angkut 50 Orang, Detik-Detik Tenggelamnya KM Ladang Pertiwi 02 di Selat Makassar Terungkap
https://www.tnial.mil.id/
Nasional

Kepala Kantor Basarnas Makassar, Djunaidi, mengungkapkan bahwa manifes penumpang KM Ladang Pertiwi 02 yang tenggelam itu mencapai 50 orang. 31 orang di antaranya telah ditemukan.

WowKeren - Kapal motor (KM) Ladang Pertiwi 02 dilaporkan tenggelam di Selat Makassar pada Kamis (26/5) pekan lalu usai dihantam gelombang tinggi. Kepala Operasional Basarnas Makassar, Rizal, mengungkapkan detik-detik tenggelamnya kapal berdasarkan keterangan dari pemilik kapal.

"Kapal itu oleng, air masuk dan kapal langsung turun ke bawah. Informasi dari juragan," ungkap Rizal di Pelabuhan Makassar, Senin (30/5).

Menurut Rizal, penumpang dan para anak buah kapal (ABK) berusaha menyelamatkan diri kala kapal mulai kemasukan air. Mereka juga langsung meninggalkan kapal dan melompat ke laut saat itu pula. Tak lama kemudian, KM Ladang Pertiwi 02 tenggelam.

"Semua penumpang sudah keluar semua," jelas Rizal.

Karena kapal tidak menyediakan pelampung bagi para penumpang, mereka dan juga ABK harus mencari alat untuk bisa mengapung di tengah laut. Akhirnya mereka menggunakan jerigen dan tripleks untuk bisa mengapung di air.


"Korban yang naik ke atas tripleks itu merupakan material yang dimuat oleh kapal dalam hal pembangunan desa. Jadi beberapa yang memuat tripleks korban langsung naik ke atas," paparnya.

Di sisi lain, Kepala Kantor Basarnas Makassar, Djunaidi, mengungkapkan bahwa manifes penumpang KM Ladang Pertiwi 02 yang tenggelam itu mencapai 50 orang. 31 orang di antaranya telah ditemukan.

"Kan selamat sudah 31 orang sehingga kita cari sekarang sisa 19 orang. Itu pengembangan data yang diberikan dari kepala desa, nakhoda, dan pemilik kapal yang kami minta keterangan," terangnya, Selasa (31/5).

Awalnya, pihak Basarnas menerima data korban KM Ladang Pertiwi 02 sebanyak 51 orang. Namun setelah dicek ulang, ada dua nama penumpang dengan orang yang sama, sehingga totalnya menjadi 50 orang.

"Basarnas mengecek kebenaran orang-orang yang ada di atas kapal ternyata ada satu nama yang dobel. Yaitu Pak Supriadi dan Pak Veral. Pak Veral ini biasa dipanggil Pak Veral padahal namannya Pak Supriadi," tukasnya. "Jumlah yang ada yang sementara kita mendata ini sebanyak 50 penumpang dan ABK."

(wk/Bert)

You can share this post!

Artikel Terkait