Warga Wadas Kembali Unjuk Rasa di Kantor Gubernur Jateng, Bawa Pesan Ini
Nasional

Setelah sempat tak terdengar, tampaknya isu penambangan di Desa Wadas belum berakhir. Kini, warga Wadas kembali melakukan unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jateng.

WowKeren - Beberapa waktu lalu, ramai isu kontroversi pengukuran lahan di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, terkait dengan proyek pertambangan. Setelah sempat tidak terdengar kebarnya, kini diketahui warga Wadas kembali melakukan unjuk rasa di depan Knator Gubernur Jawa Tengah di Jalan Pahlawan, Semarang, pada Senin (6/6) hari ini.

Kedatangan mereka di kantor Ganjar Pranowo itu pun disambut dengan kawat berduri, tepat di depan gerbang Gubernuran. Dalam unjuk rasa kali ini, warga Wadas tampak membawa 27 kendi berisi air yang diambil dari 27 mata air di Desa Wadas.

Adapun kendi itu dibawa oleh perwakilan warga perempuan dari Wadon Wadas. Aksi tersebut dilakukan dengan tujuan ingin menyampaikan pesan bahwa ada banyak mata air di wilayah Wadas yang terancam rencana penambangan.

Selain itu, dalam aksi unjuk rasa tersebut, warga Wadas juga membawa sejumlah tuntutan, di antaranya adalah meminta rencana penambangan batuan andesit untuk material Bendungan Bener dihentikan. "Kami menuntut cabut IPL pertambangan di Desa Wadas," tutur salah satu warga Wadas, Siswanto.


Selebihnya, tuntutan warga Awadas masih sama dengan aksi-aksi unjuk rasa sebelumnya. Menurut mereka, rencana penambangan di Wadas itu cacat hukum.

Diketahui bahwa berdasarkan Pasal 10 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Demi Kepentingan Umum, warga Wadas menyebut tidak ada satu klausul pun yang menyebutkan bahwa pertambangan dapat dikualifikasikan sebagai pembangunan untuk kepentingan umum.

Warga Wadas lantas meminta agar rencana penambangan di desanya itu untuk segera dihentikan. Di samping itu, menurut warga Wadas, selama ini hidup mereka berkecukupan dari hasil bertani di sana. "Hentikan segala bentuk kerusakan dan eksploitasi sumber daya alam," lanjut Siswanto.

Selain membawa kendai, warga Wadas yang melakukan aksi unjuk rasa itu juga tampak membawa bunga berwarna warni. Bungi ini kemudian ditaburkan di lokasi unjuk rasa. Selain itu, berbagai poster berisi tuntutan penghentian rencana penambangan juga dibentangkan. Lalu, mereka juga berulang kali menyanyikan lagu yang berisi tentang penolakan penambangan di Desa Wadas.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait