‘Building Blocks of Life’ di sampel Tanah dari Asteroid Ryugu Dukung Teori Asal Usul Kehidupan?
Pixabay/UKT2
Dunia

Lebih dari 20 asam amino berbeda ditemukan para peneliti dalam sampel tanah yang diibawa dari dari asteroid Ryugu. Asam amino tersebut merupakan bahan penyusun kehidupan.

WowKeren - Para peneliti telah menemukan lebih dari 20 asam amino berbeda, yang merupakan bahan penyusun kehidupan, dalam sampel tanah wahana antariksa Hayabusa 2 Jepang yang dibawa kembali dari asteroid Ryugu, menurut sumber. Temuan ini kemungkinan akan membantu mendukung teori bahwa asal usul kehidupan di Bumi berasal dari luar angkasa.

Pada bulan Desember 2020, Hayabusa 2, penjelajah asteroid yang dioperasikan oleh Badan Eksplorasi Luar Angkasa Jepang, merilis sebuah kapsul yang berisi sekitar 5,4 gram sampel tanah dan batuan yang dikumpulkan dari Ryugu dari atas Australia. Tim peneliti JAXA mengumumkan pada Juni 2021 bahwa mereka akan mendistribusikan sampel tersebut ke lembaga penelitian di seluruh dunia untuk memulai analisis skala penuh terhadap sampel tersebut.

Dalam analisis awal mereka, para peneliti menemukan karbon dan nitrogen, konstituen zat organik, dalam sampel tanah. Penemuan itu meningkatkan harapan bahwa mereka mungkin juga mengandung asam amino, yang merupakan protein.


Dua puluh jenis asam amino membentuk protein yang ditemukan dalam tubuh manusia. Dari asam amino ini, isoleusin dan valin, yang keduanya tidak dapat disintesis oleh tubuh manusia, telah ditemukan dalam sampel tanah, menurut sumbernya.

Sumber mengatakan sampel juga mengandung asam amino lain seperti glisin, penyusun kolagen, dan asam glutamat, komponen rasa umami. Asam amino ini diperkirakan berlimpah di Bumi setelah terbentuk 4,6 miliar tahun yang lalu, tetapi hilang setelah planet ini tertutup magma. Penemuan terbaru kemungkinan akan memperkuat teori bahwa asam amino yang ada di Bumi saat ini dibawa oleh meteorit yang menghujani planet ini setelah mendingin.

Analisis masa lalu dari meteorit yang ditemukan di Bumi juga menunjukkan bahwa mereka mengandung asam amino seperti itu. Namun hal itu mungkin berasal dari Bumi karena meteorit terpapar ke tanah dan atmosfer planet saat bertabrakan dengan planet ini.

Analisis terbaru dari sampel yang diambil dari Ryugu, di orbit antara Bumi dan Mars, dilakukan tanpa memaparkannya ke udara Bumi. hal itu berarti para peneliti mengkonfirmasi untuk pertama kalinya bahwa blok bangunan kehidupan juga ada di luar angkasa.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait