Iko Uwais Akhirnya Bicara Soal Tuduhan Penganiayaan, Ngaku Ditendang Duluan Hingga Laporkan Balik
Instagram/iko.uwais
Selebriti
Iko Uwais Dipolisikan

Iko Uwais menggelar jumpa pers untuk mengungkap kronologi dilaporkan polisi oleh pria bernama Rudi yang merupakan seorang desainer interior. Gara-gara kasus ini, Iko mengaku aktivitasnya jadi terganggu.

WowKeren - Iko Uwais akhirnya buka suara usai dilaporkan oleh seseorang bernama Rudi ke Polres Metro Bekasi Kota karena diduga melakukan penganiayaan. Diketahui suami Audy Item ini dituding melakukan pemukulan pada pria yang belakangan diketahui sebagai tetangganya itu.

Ditemani manajer dan kuasa hukum, Iko Uwais menggelar jumpa pers pada Selasa (14/6) dini hari di kawasan Jakarta Selatan. Sang aktor disebut sedang dalam kondisi kurang fit.

Kuasa hukum Iko Uwais, Leonardus Sagala menyebut pelapor melakukan tudingan yang tidak benar. Ia pun menjelaskan kronologi Iko Uwais melakukan pemukulan.

"Pertama, sebagai pembuka, perlu saya jelaskan bahwa klien kami ada laporan di Polres Bekasi berkaitan dengan dugaan tindak pidana pengeroyokan. Nah, yang pertama yang ingin kami sampaikan adalah, saudara Rudi yang mana dia pelapor di Polres Metro Bekasi telah melakukan pemutarbalikan fakta di dalam laporannya," ungkap Leo Sagala seperti dilansir dari DetikHOT.

"Di dalam laporannya sebagaimana dirilis di dalam media menyatakan bahwa klien kami menolak untuk melakukan pembayaran atas invoice yang telah dilakukan dan bahkan melakukan pengeroyokan terhadap dirinya," sambung Leo Sagala.

Leo Sagala kemudian menjelaskan bahwa Iko Uwais tidak mendapatkan haknya. Padahal sejak awal, mereka telah setuju untuk sebuah pekerjaan dengan biaya Rp 300 juta. Namun setelah Iko Uwais membayar 150 jurta, Rudi tidak menyelesaikan pekerjaannya.


"Akhirnya dibuat kesepakatan, di mana Rudi ini akan menyediakan jasa interior dengan kesepakatan Rp 300 juta. Klien kami sudah melakukan pembayaran terhadap terminal I dan termin II dengan total pembayaran Rp 150 juta," jelas Leo Sagala. "Nah, ternyata setelah klien kami bayar Rp 150 juta pun tetap tidak menyelesaikan pekerjaan. Bahkan, dia cenderung lari dari tanggung jawab. Ketika klien kami menanyakan, dia tidak mendapatkan respon yang baik."

Iko Uwais justru jadi pihak yang dirugikan atas masalah ini. Bukan hanya karena haknya tak didapatkan, tapi karena Rudi telah mencemarkan nama baiknya.

"Akhirnya, setelah tidak mendapatkan respon yang baik, klien kami meminta kontraktor yang ditunjuk untuk menghubungi pihak Rudi," sambung Leo Sagala. "Dan ternyata, yang didapatkan oleh kontraktor justru Rudi ini diduga bersama-sama dengan istrinya memberikan suatu pernyataan-pernyataan mencemarkan nama baik klien kami."

Rencananya, pagi ini, Iko Uwais akan menjalani pemeriksaan di Polres Metro Bekasi Kota. Pemeriksaan sebagai terlapor akan dijalani pukul 9.00 WIB. Sementara itu Iko Uwais tak banyak bicara dalam jumpa pers. Ia hanya menyebut dirinya cukup terganggu dengan kasus ini karena mengganggu aktivitasnya.

"Terima kasih banget sudah hadir di sini, nggak tidur, sama gue juga nggak tidur, tiga hari nggak tidur gue, bro. Terima kasih semuanya, assalamualaikum," kata pemain film "The Raid" itu singkat.

Gara-gara itulah, Iko Uwais melaporkan balik Rudi ke Polda Metro Jaya pada Selasa (14/6) atas dugaan penganiayaan dan pencemaran nama baik. Lebih lanjut berdasarkan keterangan versi Iko Uwais, Rudi-lah yang diduga melakukan penganiayaan terlebih dahulu. Akibatnya Iko Uwais mengalami beberapa luka memar dan harus menjalani visum.

"Maka klien kami memutuskan permalam hari ini memutuskan untuk menggunakan haknya untuk mempertahankan haknya atas adanya perbuatan yang dilakukan Rudi dan istrinya yang merugikan klien kami," ucap Leo Sagala.

(wk/tria)

You can share this post!

Related Posts