Pertama Sejak 1988, Taman Nasional Yellowstone AS Tutup Karena Kebanjiran
pixabay.com/Ilustrasi
Dunia

Adapun penutupan kelima pintu masuk Taman Nasional Yellowstone adalah yang pertama kalinya sejak serangkaian kebakaran hutan yang menghancurkan pada tahun 1988.

WowKeren - Hujan lebat dan pencairan gletser telah memicu penutupan Taman Nasional Yellowstone di Amerika Serikat. Semua lima pintu masuk ke taman nasional itu ditutup setelah situasi banjir yang mencapai rekor.

Banjir telah menghancurkan jalan dan jembatan dan membanjiri komunitas di sekitarnya. Seluruh taman, yang membentang di bagian barat negara bagian Wyoming, Montana dan Idaho, akan ditutup hingga Rabu (15/6) untuk pengunjung. Aturan ini juga berlaku termasuk pada mereka yang memesan penginapan dan berkemah.

Adapun penutupan kelima pintu masuk ini adalah yang pertama kalinya sejak serangkaian kebakaran hutan yang menghancurkan pada tahun 1988. National Park Service (NPS) mengatakan sedang berupaya mengevakuasi pengunjung dan staf yang tersisa di berbagai lokasi.


Wilayah yang paling parah terkena dampak bencana ini terutama di bagian utara taman. "Kemungkinan putaran utara akan ditutup untuk waktu yang cukup lama," kata pengawas taman, Cam Sholly, dalam sebuah pernyataan.

Dalam rekaman udara NPS terlihat sebagian besar Jalan Masuk Utara yang berkelok-kelok antara Gardiner dan kantor pusat taman di Pemandian Air Panas Mammoth, Wyoming, tersapu oleh gelombang air banjir di sepanjang Sungai Gardiner. Akses jalan ke Gardiner telah tertutup akibat banjir.

Gardiner merupakan sebuah kota berpenduduk sekitar 900 orang dan rumah bagi banyak staf Yellowstone, tepat di luar Pintu Masuk Utara taman. Penduduk Indiana, Parker Manning, mengatakan kepada kantor berita Associated Press, "Kami mulai melihat seluruh pohon mengambang di sungai, puing-puing."

Hujan dan banjir menyapu taman dengan Sungai Yellowstone mencapai 4,2 meter pada hari Senin, yang mana itu lebih tinggi dari rekor sebelumnya 3,5 meter pada tahun 1918. Sementara itu, lonjakan suhu musim panas yang tiba-tiba selama tiga hari terakhir juga mempercepat pencairan salju yang menumpuk di pegunungan. "Hujannya banyak, tetapi banjir tidak akan seperti ini jika kita tidak memiliki banyak salju," kata Cory Mottice, ahli meteorologi dari National Weather Service di Billings, Montana.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait