Adapun banjir yang tak biasa adalah banjir bandang yang sebelumnya belum pernah terjadi di Taman Nasional Yellowstone. Atas bencana ini, Gubernur Montana pun menyatakan keadaan darurat.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Rabu, 15 Juni 2022 - 10:33 WIB
WowKeren - Bencana alam banjir melanda Taman Nasional Yellowstone, Montana, wilayah barat laut Amerika Serikat (AS). Akibat banjir tersebut, lebih dari 10 ribu pengunjung diperintahkan keluar dari Yellowstone.
Banjir itu sendiri disebut belum pernah terjadi sebelumnya. Banjir yang tak biasa alias banjir bandang itu diketahui menyapu jembatan dan jalan, hingga sebuah bunkhouse karyawan bermil-mil ke hilir. Hal ini disampaikan oleh para pejabat pada Selasa (14/6).
Beruntungnya, tidak ada yang dilaporkan terluka atau tewas dalam peristiwa tersebut. Namun saat banjir melanda, disebut masih ada pengunjung yang tersisa yakni belasan pekemah yang pada saat itu diketahui masih berjalan keluar dari pedalaman.
Setelah diterjang banjir bandang, Taman Nasional Yelloswtone yang tengah merayakan hari jadinya ke-150 tahun itu terpaksa ditutup selama seminggu. Bahkan kemungkinan pintu masuk utara tidak dibuka kembali pada musim panas ini.
"Air masih deras," ujar Inspektur Cam Sholly yang mencatat bahwa beberapa prakiraan cuaca termasuk kemungkinan banjir tambahan akhir pekani ini, dilihat dari The Associated Press, Rabu (15/6).
Sungai Yellowstone bahkan disebut mencapai tingkat bersejarah setelah berhari-hari hujan dan pencairan salju yang terceoat dan menimbulkan malapetaka di bagian selatan Montana dan Wyoming Utara, di mana menghanyutkan kabin, membanjiri kota-kota kecil dan membuat listrik dipadamkan. Bencana ini terjadi ketika musim turis, di mana menikmati libur musim panas yang biasanya menarik jutaan pengunjung.
Atas bencana banjir bandang yang menerjang Taman Nasional Yellowstone, Gubernur Montana Greg Gianforte pun menyatakan keadaan darurat lantaran banjir menerjang seluruh negara bagian. Melalui Twitternya, Gianforte mengkonfirmasi bahwa Garda Nasional negara bagian itu telah mengevakuasi 12 orang pekemah yang pada saat kejadian masih berusaha untuk keluar dari pedalaman.
"Selain menyatakan bencana di seluruh negara bagian, kami mengejar deklarasi bencana presiden yang dipercepat untuk membantu menutupi biaya yang dihadapi masyarakat," ujar Gianforte melalui Twitter.
Sementara sejumlah komunitas kecil yang berbatasan dengan taman dilaporkan terputus oleh banjir dan tanpa listrik ataupun air minum. Lalu segmen jalan beraspal taman tersebut juga terkikis dan tersapu di beberapa tempat.
(wk/tiar)