Belum Ada Keputusan Soal Investasi Elon Musk di Indonesia, Begini 'Rayuan Maut' Jokowi
Twitter/jokowi
Nasional

Dalam pertemuan Presiden Jokowi dengan CEO Tesla Elon Musk beberapa waktu lalu, diketahui membicarakan tentang investasi di Indonesia. Namun hinggga kini belum ada keputusan dari Musk.

WowKeren - Beberapa waktu lalu, Presiden Indonesia Joko Widodo bertemu dengan bos Tesla Elon Musk. Dalam pertemuan tersebut, diketahui Jokowi juga mengajukan kerja sama dengan Elon Musk terkait investasi di Indonesia.

Akan tetapi, Jokowi mengatakan belum ada keputusan dari Elon Musk soal investasi tersebut. Meski demikian, Jokowi mengatakan bahwa tim dari Tesla sudah datang ke Indonesia untuk memeriksa potensi nikel di Tanah Air.

Jokowi kemudian menceritakan terkait pertemuannya dengan Elon Musk pada bulan lalu setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menjadi tuan rumah pertemuan puncak para pemimpin negara Asia Tenggara. Pada kesempatan tersebut, Jokowi diketahui menyarankan agar Tesla bisa membuat seluruh rantai pasokannya di Indonesia.

"Kami melakukan banyak diskusi, terutama tentang bagaimana Tesla dapat membangun industrinya dari hulu ke hilir, end to end mulai dari smelter, kemudian membangun industri katoda dan prekursor, membangun baterai EV (mobil listrik), membangun bateran lithium dan kemudian pabrik kendaraan," ujar Jokowi dalam wawancara bersama CNBC, dilihat Selasa (21/6). "Semuanya ada di Indonesia, karena itu sangat efisien. Itu yang saya tawarkan."


Maka dari itu, kata Jokowi, Elon Musk juga sudah mengirimkan timnya ke Indonesia enam minggu lalu guna memeriksa potensi nikel untuk memeriksa aspek lingkungan. Namun tim terkait mobil belum datang.

Selain itu, Jokowi juga mengatakan bahwa tim Tesla bisa mengunjungi Indonesia kembali dalam waktu dekat untuk mengevaluasi potensi investasi. Sementara di saat yang sama, Jokowi juga mengundang Elon Musk ke KTT G20 yang akan berlangsung di Bali pada tahun 2022 ini.

Sebagaimana diketahui, Indonesia merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara memiliki cadangan timah, tembaga, nikel, kobalt, dan bauksit yang melimpah. Bahkan beberapa di antaranya merupakan bahan utama untuk baterai kendaraan listrik.

Mengingat Jokowi ingin adanya nilai tambah yang didatan Indonesia. Maka di bawah kepemimpinannya, Indonesia telah melarang ekspor komoditas utama seperti Nikel di tahun 2022, dan batu bara di tahun 2021.

"Saya pikir itu proteksionisme, tapi kita ingin nilai tambah itu ada di Indonesia. Jika kita tetap mengekspor bahan mentah, yang mendapat nilai tambah adalah negara lain," beber Jokowi.

(wk/tiar)


You can share this post!

Related Posts