Negara Bisa Rugi Rp 600 M Tiap Bulan Akibat Korupsi Penyerobotan Lahan oleh  PT Duta Palma Group
Shutterstock
Nasional

Kejaksaan Agung tengah melakukan penyidikan terkait kasus dugaan kasus korupsi penyerobotan lahan oleh 1 perusahaan milik buronan KPK yang diperkirakan merugikan negara hingga Rp 600 M perbulan.

WowKeren - Korupsi jadi salah satu persoalan pelik yang masih terus berusaha diberantas di Indonesia. Hingga saat ini, sudah tak terhitung jumlahnya kerugian negara yang diakibatkan oleh aksi korupsi berbagai berbagai pihak dan oknum.

Salah satunya adalah kasus dugaan korupsi penyerobotan lahan seluas 37.095 hektare (Ha) oleh PT Duta Palma Group di wilayah Riau. Kejaksaan Agung pun kini tengah melakukan penyidikan terkait dugaan kasus korupsi itu. Jaksa Agung ST Burhanuddin menyatakan bahwa pihaknya telah menyita lahan yang diduga dikelola secara melawan hukum tersebut sehingga mengakibatkan kerugian perekonomian negara.

"Kejaksaan melakukan penyidik perkara dugaan tindak pidana korupsi penyerobotan lahan kawasan PT Duta Palma Group," kata Burhanuddin kepada wartawan, Senin (27/6).

Meski begitu, Burhanuddin menyebut belum ada tersangka yang dijerat oleh penyidik hingga saat ini. Penyidikan mengartikan bahwa jaksa telah menemukan dugaan pelanggaran pidana dalam perkara dimaksud.

Burhanuddin menjelaskan bahwa perusahaan tersebut mendirikan lahan tanpa dilandasi aturan hukum yang tepat. "Jadi dia ada lahan, tapi lahannya tanpa ada surat apa-apa," jelasnya.


Proses itulah yang kemudian diindikasikan telah merugikan perekonomian negara. Dari hasil taksiran awal, seharusnya pengelolaan lahan tersebut dapat menghasilkan Rp 600 miliar sebulan bagi negara.

"Berapa akan kami hitung kerugiannya, tentu sejak perusahaan itu didirikan sejak perusahaan itu menghasilkan. Dari situlah kerugian negara nanti," terang Burhanuddin.
Selain itu, Burhanuddin juga mengungkap fakta lain, Ia menjelaskan bahwa pengelolaan lahan tersebut selama ini menguntungkan pemilik perusahaan yang ternyata merupakan buronan KPK.

Keuntungan dari operasional lahan tersebut diduga mengalir kepada buronan. Meski demikian, Burhanuddin belum dapat merincikan lebih lanjut mengenai identitas pemilik lahan itu.

Sementara itu berdasarkan catatan, pemilik PT Duta Palma yang berstatus sebagai buronan KPK adalah Surya Damardi. Ia terlibat dalam kasus suap pengajuan revisi alih fungsi hutan di Riau.

Di mana Surya Damardi kini juga berstatus DPO. "Keuangannya langsung dikirim, berada di mana DPO itu berada," pungkasnya.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait