Minta Rusia Dikeluarkan dari PBB, Presiden Ukraina: Mereka Bekerja Sebagai Teroris Setiap Hari
AP
Dunia
Konflik Rusia dan Ukraina

Presiden Zelenskyy mendesak PBB untuk membentuk pengadilan internasional yang menyelidiki 'tindakan penjajah Rusia di tanah Ukraina'. Hal ini disampaikannya dalam pidato virtual kepada Dewan Keamanan PBB.

WowKeren - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuding Rusia menjadi negara "teroris" yang melakukan "aksi teroris harian". Ia mendesak agar Rusia dikeluarkan dari keanggotaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Zelenskyy mendesak PBB untuk membentuk pengadilan internasional yang menyelidiki "tindakan penjajah Rusia di tanah Ukraina". Hal ini disampaikannya dalam pidato virtual kepada Dewan Keamanan PBB.

"Kita perlu bertindak segera untuk melakukan segalanya untuk membuat Rusia menghentikan pembunuhan massal," ujar Zelenskyy.

Ia memperingatkan jika hal tersebut tidak dilakukan, maka "aktivitas teroris" Rusia akan menyebar ke negara-negara Eropa dan Asia lainnya. Terutama negara-negara Baltik, Polandia, Moldova, dan Kazakhstan.

"Apa yang dihukum di tingkat penjahat dan organisasi kriminal tertentu tidak boleh dibiarkan begitu saja di tingkat negara yang telah menjadi teroris," ujarnya. "Tindakan teroris setiap hari. Tidak ada hari libur. Mereka bekerja sebagai teroris setiap hari."


Lebih lanjut, Zelenskyy mendesak agar Rusia dikeluarkan dari keanggotaan PBB dengan mengutip Pasal 6 Piagam PBB. Pasal tersebut menyatakan bahwa seorang anggota "yang terus-menerus melanggar prinsip-prinsip yang terkandung dalam Piagam ini dapat dikeluarkan dari organisasi oleh Majelis Umum atas rekomendasi dari Dewan Keamanan."

Sebagai informasi, Ukraina mengadakan pertemuan dewan setelah adanya peningkatan serangan Rusia baru-baru ini. Salah satunya adalah serangan udara di pusat perbelanjaan yang ramai di pusat kota Kremenchuk.

Menurut Zelenskyy, serangan tersebut telah menewaskan sedikitnya 18 orang dan melukai 30 orang. Puluhan orang dilaporkan hilang akibat insiden tersebut.

Zelenskyy mengakhiri pidatonya dengan meminta 15 anggota Dewan Keamanan dan lainnya di ruangan itu untuk berdiri dalam penghormatan diam untuk memperingati "puluhan ribu" anak-anak dan orang dewasa Ukraina yang terbunuh dalam perang. Semua anggota dalam rapat tersebut lantas berdiri, termasuk wakil duta besar Rusia untuk PBB Dmitry Polyansky.

Di sisi lain, Presiden Joko Widodo telah berangkat dari Polandia menuju Ukraina dengan menggunakan kereta api pada Selasa (28/6) malam waktu setempat. Jokowi akan bertemu dengan Zelenskyy di Kyiv dan membawa misi perdamaian.

(wk/Bert)


You can share this post!

Related Posts