MUI Isyaratkan Bolehkan Penggunaan Ganja Medis, Mengacu Pada Hukum Nikotin
Unsplash/Kym MacKinnon
Nasional
Legalisasi Ganja Medis

MUI sebelumnya menyampaikan bahwa pihaknya akan mengkaji legalisasi ganja medis di Indonesia. Salah satu referensi dalam hal ini adalah hukum nikotin yang pernah dikeluarkan MUI.

WowKeren - Isu legalisasi ganja untuk keperluan medis di Indonesia belakangan ini menjadi perbincangan hangat. Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebelumnya pun telah menyampaikan bahwa pihaknya akan mengkaji fatwa terkait legalisasi ganja medis.

Kini, MUI diketahui membuka kemungkinan memperbolehkan penggunaan ganja medis. Hal ini salah satunya adalah mengacu pada keputusan MUI menyikapi nikotin. Akan tetapi, keputusan final terkait ganja medis belum diketok para ulama.

"Yang ini, (Keputusan MUI soal nikotin) jadi salah satu referensi," ujar Ketua bidang Fatwa MUI, Asrorun Niam Sholeh kepada detikcom, Sabtu (2/7).

Sebagaimana diketahui, MUI sebelumnya pernah menetapkan Keputusan Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia IV Tahun 2012 tentang Nikotin sebagai bahan aktif produk konsumtif untuk kepentingan pengobatan. Dalam keputusan tersebut, hukum mengonsumsi nikotin adalah haram.


Akan tetapi, penggunaan nikotin sebagai obat dan terapi penyakit diperbolehkan oleh MUI, sepanjang belum ditemukan terapi yang lain, dan selama terbukti mendatangkan maslahat. Sementara di luar kepentingan pengobatan, hukum mengonsumsi nikotin adalah haram.

Saat disinggung mengenai kebutuhan ganja medis di Indonesia, Asrorun menerangkan soal kebutuhan yang dibenarkan secara syar'i. Misalnya ada kebutuhan untuk pengobatan penyakit tertentu yang direkomendasikan oleh ahli yang memiliki kompetensi dan kredibilitas, yang menyatakan bahwa ganja dapat mengobatinya, mendatangkan maslahat, tidak ada alternatif lain yang lebih bagus, dan dampak negatifnya lebih kecil.

Sebelumnya, Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin sempat meminta kepada MUI untuk segera menerbitkan fatwa terkait penggunaan ganja untuk keperluan medis. Menanggapi hal ini, pihak MUI menegaskan bahwa penggunaannya dalam Islam tidak bisa dipisahkan dari prinsip ketetapan syariah atau Maqashid Asy-Syariah.

Sementara itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) juga telah mengungkapkan soal mustahilnya kemungkinan ganja yang tumbuh di Indonesia bisa dilegalkan sebagai kebutuhan medis. Menurut BNN, ganja yang tumbuh di Indonesia didominasi oleh tumbuhan yang tidak memiliki manfaat medis, dibanding dengan yang bermanfaat.

(wk/tiar)


You can share this post!

Related Posts