Peternak ayam Malaysia telah memiliki hubungan baik dengan pelanggan Singapura. Larangan ekspor pemerintah telah menjadi pukulan dan berpotensi merusak hubungan bisnis.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 06 Juli 2022 - 14:26 WIB
WowKeren - Para peternak ayam di Malaysia semakin ketar-ketir dengan larangan ekspor yang diberlakukan pemerintah. Mereka khawatir kehilangan pasar Singapura untuk selamanya, jika pemerintah tidak segera mencabut larangan ekspor yang diberlakukan pada 1 Juni.
Menurut CNA, pelaku industri unggas Malaysia sedang dalam pembicaraan dengan pemerintah mereka mengingat pandangan peternak bahwa pasokan ayam di Johor dan seluruh Malaysia sudah stabil dan akan ada surplus ayam. Para petani di Malaysia mencari Federasi Asosiasi Petani Ternak Malaysia (FLFAM) lokal mereka untuk mewakili kepentingan mereka.
Selama ini, peternak ayam Malaysia telah memiliki hubungan baik dengan para pelanggan di Singapura. Larangan ekspor yang diberlakukan pemerintah telah menjadi pukulan dan berpotensi merusak hubungan bisnis. Pasalnya, Singapura yang berusaha untuk memastikan keamanan pangannya telah beralih ke negara lain.
Bagi para pelaku bisnis ternak ayam di Malaysia, tentu itu bukan menjadi sebuah kabar baik. Menanggapi larangan ekspor Malaysia, Badan Pangan Singapura (SFA) mengatakan pada 30 Juni bahwa Indonesia telah menjadi sumber baru impor ayam.
Lebih dari 20 negara kini telah terakreditasi untuk mengekspor ayam ke Singapura. Alhasil, langkah semacam ini turut mengurangi ketergantungan Singapura pada ayam dari Malaysia, dan juga berpotensi memutus rantai pasokan untuk selamanya. "Begitu Anda kehilangan pasar, tidak akan mudah untuk mendapatkannya kembali," kata seseorang dari Asosiasi Peternak Unggas Johor.
Ada sekitar 700 peternakan ayam di Johor, dengan beberapa di antaranya telah melayani pasar ekspor. Tetapi dengan adanya larangan ekspor, pertanian dapat bekerja sama untuk memenuhi pasar domestik.
Jumlah ayam yang tidak dapat diekspor mencapai 3,6 juta ayam per bulan setelah Malaysia menghadapi masalah pasokan dan harga, dengan ayam utuh harus dijual di atas plafon harga untuk menutupi biaya mereka.
Infeksi penyakit dan kondisi cuaca merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi operasional peternakan ayam Malaysia. Hal itu diperparah dengan pelonggaran pembatasan pandemi yang membuat pesta diadakan dan mendorong adanya lonjakan permintaan ayam.
(wk/zodi)