Sebelumnya, PM Inggris Boris Johnson telah mengumumkan mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi Johnson masih berkukuh untuk memimpin Inggris sementara waktu hingga didapatkan penggantinya.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Jumat, 08 Juli 2022 - 09:46 WIB
WowKeren - Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson telah mengumumkan pengunduran dirinya pada Kamis (7/7) kemarin di luar Downing Street Nomor 10. Johnson berdiri dan mengakui bahwa partainya menginginkannya untuk pergi setelah sejumlah skandal yang menyeret namanya.
Setelah Johnson mengumumkan pengunduran dirinya, pihak konservatif Inggris pun mendesak untuk segera mengganti posisi PM sebelumnya yang dinilai "toxic". Seruan untuk segera mengganti Johnson ini datang dari mantan PM Inggris John Major.
Melansir Al Jazeera, Major ingin Johnson segera diganti, daripada dibiarkan tetap sebagai pemimpin sementara, dengan mengatakan bahwa Kabinet Johnson mungkin berjuang untuk menahannya. Di hari yang sama, ia juga mengatakan bahwa "tidak bijaksana, dan mungkin tidak berkelanjutan" bagi Johnson untuk tetap berkuasa selama beberapa bulan.
Sementara itu, seruan itu juga digaungkan oleh beberapa anggota parlemen Konservatif yang menyebut bahwa perilaku Johnson dalam menolak mengundurkan diri awal pekan ini berarti dia harus dipaksa keluar sebelum kontes kepemimpinan, sebuah proses yang bisa memakan waktu berbulan-bulan.
"Usulan agar perdana menteri tetap menjabat hingga tiga bulan, setelah kehilangan dukungan dari kabinetnya, pemerintahannya dan partai parlementernya tidak bijaksana, dan mungkin tidak berkelanjutan," ujar Major dalam sebuah surat, dilansir dari Al Jazeera, Jumat (8/7).
"Beberapa akan berpendapat bahwa kabinet barunya akan menahannya," lanjut Major. "Saya hanya mencatat bahwa kabinet sebelumnya tidak, atau tidak bisa melakukannya."
Selanjutnya, Simon Hoare selaku anggota parlemen Konservatif mengatakan bahwa perilaku Johnson berarti dia telah kehilangan hak untuk tetap sebagai pemimpin sementara. "Menteri mengundurkan diri karena PM. Partai kehilangan kepercayaan karena PM. Tidak dapat dipercaya bahwa Tuan Johnson dapat tetap menjabat. Dia harus pergi dan pergi berarti pergi," tegas Hoare.
Kemudian anggota parlemen Konservatif lainnya pun mengatakan bahwa Johnson harus sesegera mungkin diganti lantaran terlalu "toxic". Menurut mantan PM Major dan beberapa anggota parlemen Konservatif lainnya, Wakil PM Inggris Dominic Raab yang akan menjadi pengganti sementara waktu.
Anggota parlemen Konservatif ketiga pun menekankan jika Johnson mencoba untuk tetap sebagai perdana menteri sementara, dia akan meminta eksekutif Komite 1922, kelompok anggota parlemen Konservatif yang berpengaruh, untuk memberi tahu perdana menteri untuk pergi sekarang.
(wk/tiar)